Suara Denpasar - Timnas Indonesia U-22 baru saja mengalahkan Timnas Kamboja di ajang SEA Games 2023. Salah satu pemain Persib Bandung, Beckham Putra, tampil apik di laga tersebut dengan menorehkan satu gol. Atas raihan itu, Timnas Indonesia U-22 unggul dengan skor 2-1 dan dipastikan lolos ke semifinal SEA Games 2023.
Namun setelah laga tersebut, tersiar kabar bahwa gara-gara ulah pemain Persib Bandung berskill tinggi, pelatih Kamboja Keisuke Honda dipecat.
Kabar tersebut diunggah oleh channel Youtube RV SPORTNESIA dengan judul video "MEMALUKAN!! GARA-GARA ULAH PEMAIN PERSIB SKILL TINGGI PELATIH KAMBOJA DIPECAT | INDOENSIA VS KAMBOJA."
Video yang diunggah pada 11 Mei 2023 itu telah ditonton sebanyak 8.182 kali. Namun benarkah kabar tersebut?
CEK FAKTA
Kabar mengenai mundurnya Keisuke Honda dari kursi pelatih Timnas Kamboja memang benar adanya. Melansir dari Japan Today, Keisuke Honda telah resmi mundur dari jabatannya sebagai manajer Timnas Kamboja di SEA Games setelah kalah mengecewakan di kandangnya sendiri.
Selain itu, Keisuke Honda juga menambahkan bahwa dirinya telah gagal dapat menyelesaikan turnamen tersebut dengan hasil yang memuaskan.
“Sebuah proyek di Kamboja yang dimulai pada 2018 telah berakhir. Saya tidak dapat menyelesaikan turnamen terakhir dengan hasil yang memuaskan, tetapi saya ingin memanfaatkan rasa frustrasi ini lain kali,” tulis Keisuke Honda melalui akun Twitternya, dikutip dari Japan Today.
Meski demikian, mundurnya Keisuke Honda bukanlah karena sosok Persib Bandung yang disebutkan dalam video, yakni Beckham Putra. Memang benar bila Beckham Putra berkontribusi dalam kekalahan Timnas Kamboja, mengingat pemain Persib Bandung tersebut mencetak 1 gol untuk Timnas Indonesia.
Baca Juga: Cek Fakta: Resmi Done Deal! Persib Bandung Datangkan Bagus Kahfi
Namun melansir dari ESPN, event SEA Games memang merupakan event terakhir Keisuke Honda untuk Timnas Kamboja, di luar apakah mereka menang ataupun kalah.
Faktanya, awalnya Keisuke Honda hendak mengakhiri kerja sama dengan Timnas Kamboja setelah Kejuaraan AFF 2022 pada akhir tahun lalu. Namun kontrak itu akhirnya diperpanjang hingga akhir SEA Games, mengingat Timnas Kamboja menjadi tuan rumah di event tersebut.
Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa kabar yang mengatakan bahwa sosok Persib Bandung membuat Keisuke Honda dipecat dari Timnas Kamboja adalah kabar hoax. (*/Dinda)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan