/
Minggu, 14 Mei 2023 | 21:13 WIB
Kang Dedi Mulyadi dan anaknya, Ahmad Habibi Bungsu Maula Akbar. Keduanya hengkang dari Parta Golkar ke Partai Gerindra. (Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel)

Suara Denpasar - Para zaman Soekarno, Jawa Barat adalah basis Partai Masyumi. Namun, pada era Soeharto berkuasa, Golkar lah yang berkuasa di Jawa Barat. Namun, pada era Reformasi, khususnya hasil Pemilu 2019, penguasa DPRD Jawa Barat adalah Partai Gerindra.

Ke Partai Gerindra pula lah Kang Dedi Mulyadi kini berlabuh. Dia hengkang dari partai yang sudah dibelanya sejak 24 tahun silam. Dari dia jadi anggota DPRD Purwakarta, wakil bupati Purwakarta, dua kali jadi bupati Purwakarta, hingga jadi anggota DPR RI dari Dapil Jabar VII (Bekasi, Karawang, Purwakarta).

Dilansir dari laman DPRD Jawa Barat dan BPS, Partai Gerindra bukanlah partai kaleng-kaleng di Jawa Barat. Partai Geridra memiliki 25 kursi di DPRD Jabar, dan menjadi juaranya.

Di bawah Gerindra, pemilik kursi terbanyak di DPRD Jabar adalah PKS dengan 21 kursi, disusul PDIP 20 kursi, dan Golkar 16 kursi. Selanjutnya adalah PKB (12), Demokrat (11), PAN (7), Nasdem (4), PPP (3), dan Perindo 1 kursi.

Walau demikian, untuk kursi gubernur, saat ini dipegang Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum yang dalam Pilgub 2018 lalu diusung PPP, PKB, Partai Nasdem, dan Partai Hanura. Sedangkan Gerindra bersama PKS dan PAN pada Pilgub itu mengusung Sudrajat-Ahmad Syaikhu.

Kini, mantan bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi berlabuh ke Gerindra. Dia keluar dari Golkar sekaligus menjadi caleg DPR RI dari Gerindra. (*)

Load More