Suara Denpasar - SEA Games Kamboja memang sudah usai. Tampilan tim Indonesia di beragam cabang olahraga begitu gemilang. Tak terkecuali untuk cabor silat dan sepakbola.
Banyak kisah dan cerita yang patut dikenang dalam perjuangan Tim Merah Putih untuk melambungkan nama Negeri di kancah olahraga internasional tersebut.
Selain sukses memboyong emas dalam pesta olahraga se-Asia Tenggara.
Aksi manajer pencak silat tim Indonesia dengan gagah berani menghadang pelatih silat Vietnam saat menantang duel pun banyak mendapat apresiasi.
Manajer pencak silat itu adalah Kolonel Wahyo Yuniartoto. Sosok perwira menengah TNI dari satuan kopassus itu ternyata memiliki jimat yang membuat dirinya begitu berani dan yakin dalam membela Sang Saka Merah Putih dan anak asuhnya di cavor silat.
Soal jimat keberanian itu bisa dilihat di akun instagramnya yang dikutip denpasar.suara.com, Sabtu 20 Mei 2023.
“Teman yang paling setia hanyalah keberanian dan keyakinan itu yang teguh,” itulah jimat keberaniannya yang ditulis dalam instagram pribadinya @wahyo.yuniartoto.
Kolonel Wahyo Yuniartoto memang menjadi buah bibir dan viral setelah dengan gagah berani menghadang pelatih silat Vietnam.
Pelatih itu emosi dan tidak terima ketika anak buahnya dikalahkan oleh pesilat dari Indonesia. ***
Baca Juga: Pemain Harimau Malaya Ini Jadi Rebutan Persija Jakarta dan Persib Bandung, Cek Profilnya!
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan