Suara Denpasar – Indonesia memiliki banyak peninggalan dari kerajaan di masa lampau yang bercorak Hindu atau Budha. Candi-candi itu masih kokoh berdiri dan digunakan sebagai tempat beribadah.
Candi bercorak agama Budha tidak hanya candi Borobudur saja, ada beberapa candi bercorak Budha yang tersebar tidak hanya di pulau Jawa namun juga pulau Sumatera.
Apa saja? Simak ulasan beberapa candi bercorak Budha di Indonesia yang dirangkum dari berbagai sumber.
1. Candi Borobudur
Candi Borobudur terkenal sebagai candi bercorak Budha dan tempat wisata banyak orang. Candi ini terletak di magelang merupakan monumen dan kuil Budha terbesar di dunia. Bahkan, Candi yang dibangun pada abadi ke-8 masehi ini masih digunakan sebagai tempat peribadatan umat Buddha, terutama pada saat peringatan hari Trisuci Waisak.
2. Candi Kalasan
Candi Kalasan terletak di Sleman, Yogyakarta. Candi yang terdiri dari 52 stupa ini dibangun sebagai penghormatan kepada Bodhisattva wanita, Tarabhawana.
Selain itu, Candi Kalasan juga merupakan bukti dari kependudukan Wangsa Syailendra, penguasa Sriwijaya di Sumatera atas tanah Jawa.
3. Candi Mendut
Baca Juga: Mencela: Bukan Suporter PSIS Semarang
Pembangunan Candi Mendut terjadi pada masa pemerintahan Raja Indra dari Dinasti Syailendra. Candi yang berada di Magelang, Jawa Tengah ini juga memiliki tiga arca Buddha berukuran besar di dalam candi. Arca Buddha tersebut ialah Dhyani Buddha Wairocana dengan sikap tangan (mudra) dharmacakramudr, dan diapit oleh arca Awalokitewara (Padmapi) pada sisi kiri dan arca Wajrapi pada sisi kanan.
4. Candi Ngawen
Jika dilihat dari luar Candi Ngawen merupakan candi dengan corak agama Hindu. Sebab, bangunan utama candi tidak dihiasi oleh patung Buddha. Selain itu, terdapat 4 patung singa mirip corak hingga yang menghiasi 4 sudut bangunanbangunan candi.
Meski begitu, ada beberapa hal menjadikan candi yang ada di Magelang ini merupakan salah satu candi Buddha yaitu bagian candi yang berupa stupa dan teras berundak.
5. Candi Pawon
Menurut Casparis, Candi Pawon merupakan tempat penyimpanan abu jenazah Raja Indra (782 – 812 M), ayah Raja Samarrattungga dari Dinasti Syailendra. Konon, nama “Pawon” sendiri berasal dari kata pawuan yang berarti tempat menyimpan abu.
Berita Terkait
-
Sejarah Candi Borobudur, Tempat Ibadah Pusat Perayaan Hari Raya Waisak
-
6 Rekomendasi Cafe di Dekat Candi Borobudur, Pemandangan Memikat Buat Liburan Waisak 2023
-
Rekomendasi 5 Kuliner Legendaris di Sekitar Borobudur, Wajib Kalian Coba!
-
6 Tempat Wisata di Sekitar Borobudur, Isi Liburan Waisak 2023 di Spot Foto Instagramable dan Anti Mainstream
-
Deretan 5 Hotel Terbaik di Dekat Candi Borobudur, Persiapan Liburan Waisak 2023
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung