Suara Denpasar – Menjelang Pilkada 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur akan menerima dana hibah sekitar Rp36 miliar untuk menutupi segala kebutuhan biaya pelaksanaan pemilihan kepala daerah Situbondo mendatang.
Menurut keterangan Ketua KPU Situbondo, Marwoto, semula KPU telah mengusulkan anggaran untuk pelaksanaan Pilkada Situbondo pada 2024 itu sebesar Rp42 miliar. Namun, yang disetujui oleh pemerintah daerah setempat rupanya hanya Rp36 miliar.
“Kebutuhan anggaran ini hal yang penting, maka dengan ditetapkannya dana hibah dari Pemkab Situbondo tentu menjadi angin segar buat kami agar lebih fokus melakukan persiapan-persiapan,” tutur Marwoto, dilansir dari Antara, Selasa (30/5/2023).
Pada Pilkada tahun depan, KPU Situbondo memiliki 28 kegiatan yang akan diselenggarakan dan salah satu dari kegiatan tersebut merupakan proses perencanaan kebutuhan biaya Pilkada yang akan diselenggaran akhir tahun ini.
Untuk menyukseskan terselenggaranya Pilkada serentak 2024 mendatang, ketersediaan anggaran menurut Marwoto sebetulnya tidak harus dibebankan kepada daerah sepenuhnya. Sebab, pihaknya juga dapat memaksimalkan dana sharing dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Kendati demikian, dana sharing dari Pemprov Jatim ini akan tetap dipilah sesuai dengan kebutuhan apa saja yang nantinya akan dibebankan kepada Pemrov.
Begitupun juga pihaknya akan memilah kebutuhan yang akan dibebankan kepada daerah (kabupaten).
Lebih lanjut, ia pun menambahkan bahwa kebutuhan biaya pelaksanaan pemilihan kepala daerah dinilai sudah cukup.
Sehingga ke depan, pihaknya hanya akan lebih fokus bekerja melaksanakan tahapan-tahapan Pilkada saja.
Baca Juga: Tak Terima Anaknya Dituding Sembunyikan Rebecca Klopper, Haji Faisal Akhirnya Buka Suara
“Kami mulai semua tahapan Pilkada 2024 pada bulan November 2023. Kemudian untuk pendaftaran calon bupati itu dijadwalkan pada bulan Juni 2024,” kata Marwoto mengakhiri keterangannya. (*)
Berita Terkait
-
Kampung Blekok di Situbondo Menghadirkan Pengalaman Ekowisata yang Mengagumkan
-
Kebun Kopi Kayumas di Arjasa Situbondo, Surga Bagi Pecinta Kopi dan Wisata Alam
-
Pantai Bilik, Pesona Tersembunyi di Kawasan Baluran Situbondo
-
Utama Raya Beach Situbondo, Surga Tersembunyi di Balik SPBU yang Menarik Minat Wisatawan
-
Pantai Lempuyang di Situbondo, Surga Tersembunyi dengan Keindahan Alami yang Menawan
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Prajurit dan Persit Yonif 413/Bremoro Galang Bantuan untuk Korban Gempa NTT
-
Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan