/
Jum'at, 02 Juni 2023 | 20:30 WIB
Wow! 8 Pekerjaan yang Penghasilannya Selangit Tapi Sepi Peminat, Kok Bisa? (Ig @injourney.id)

Suara Denpasar - Ada 8 pekerjaan yang dinilai penghasilannya selangit atau besar namun sepi peminat.

Setiap orang membutuhkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan, baik bersumber dari gaji bekerja atau pun dari penghasilan usaha atau bisnis.

Baru-baru ini seorang content creator bernama Rahman Sugidiyanto membagikan informasi tentang pekerjaan, menurutnya ada beberapa pekerjaan yang gajinya tinggi namun sepi peminat.

Berikut ini 8 penghasilan dengan gaji selangit tapi sepi peminat, dilansir Suara Denpasar dari akun instagram @rahmansugidiyanto pada Jum'at, (2/6/2023).

1. Pembersih Kaca Burj Khalifa

Burj Khalifa merupakan gedung tertinggi di dunia, sang conten creator instagram itu menyampaikan bahwa gaji pegawai pembersih kaca gedung itu kisaran gajinya Rp. 61 juta per bulan. Diketahui gedung itu terletak di Dubai.

2. Penyelam Mutiara

Pekerjaan dengan penghasilan selangit namun sepi peminat selanjutnya ialah penyelam mutiara, bertugas menyelam ke dasar laut untuk mengambil bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat mutiara, kisaran gaij sebesar Rp. 1,1 Miliar per bulan.

3. Tukang Las Bawah Air

Baca Juga: Waduh! Kampanye LGBT Digelar di Jakarta? Bendera Pelangi Berkibar Hingga Oknum Wanita Berhijab Terlibat

Selanjutnya ialah tukang las bawah air, dimana orang itu diperintahkan mengelas besi-besi yang pondasinya sampai ke bawah air di laut, diperkirakan gajinya kisaran Rp. 1 Miliar per tahun.

4. Pemerah Racun Ular

Pekerjaan selanjutnya ialah pemerah racun ular, dikabarkan kisaran gaji yang akan diterima kisaran Rp. 37 juta per bulan, tugasnya ialah membantu memindahkan racun ular ke suatu wadah dengan prosedur dan keahlian tertentu.

5. Pengganti Lampu Menara

Pekerjaan lainnya yang menawarkan gaji tinggi ialah pengganti lampu menara, kisaran gaji yang akan didapat ialah sebesar Rp. 294 juta per bulan, namun pekerjaannya berkaitan dengan ketinggian.

6. Pemandu Pendaki Gunung Everest

Load More