Suara.com - Sajodo Snack and Food menjadi salah satu camilan terkenal dari Bandung. Camilan ini memiliki berbagai jenis makanan dan rasa, dan digemari banyak orang.
Sekadar catatan, Sajodo Snack telah tersebar ke berbagai kota di Indonesia. Mereka memiliki sebuah pabrik dengan luas tiga lantai, punya 65 karyawan, dan dua kampung yang diperdayakan.
Padahal, Sajodo dibangun dari rasa bosan. Adalah Firda Khaerunnisa, seorang mahasiswi yang merasa bosan dengan kegiatan kuliah, yang harus berlangsung dari rumah karena kondisi pandemi Covid-19 pada 2020.
Firda kemudian mengajak Gilang Gumilar jalan-jalan sore ke suatu pedesaan dan melihat banyak potensi sumber daya alam yang besar berupa hasil pertanian singkong, tetapi tidak bisa di manfaatkan dengan baik karena kondisi Pandemi Covid-19, yang membuat daya jual sangat rendah sekali.
Firda dan Gilang lantas bekomunikasi dengan kelompok petani tersebut dan berpikir untuk membantu bagaimana caranya singkong itu bisa jadi pundi-pundi rupiah yang bisa menambah pendapatan masyarakat di sana.
"Karena terbatasnya modal yang hanya Rp1 juta pada saat itu akhirnya kami menginovasikan singkong menjadi makanan unik yang bernama Keripik Kaca dengan inovasi berbagai varian rasa olahan dapur rumah tangga," ujar Gilang.
Firda memanfaatkan ruang tamu orangtuanya sebagai tempat produksi dan packing pertama mereka. Segala aktivitas termasuk pengiriman paket ke ekspedisi masih oleh mereka berdua dengan konsisten dan penuh kesabaran.
Karena belum memiliki toko offline untuk berjualan, Firda dan Gilang kemudian memanfaatkan marketplace seperti Shopee dan Tiktok Shop untuk memasarkan produknya.
Sampai pada 2021 bisnis mereka viral di Tiktok karena cerita pasangan ini memberdayakan masyarakat dalam usahanya. Hingga saat ini akun Tiktok @sajodosnack pun telah diikuti hingga 1,4 juta follower dan akun Instagram @sajodosnack diikuti oleh lebih dari 100 ribu followers.
Baca Juga: Kripik Pisang Organik Omzet Ratusan Juta: Berawal dari Cinta Ibu, Inovasi Tiada Henti Jadi Kunci
Beberapa event lomba selalu mereka ikuti untuk menambah modal usaha dan menaikan Brand Awareness Sajodo Snack & Food, hasilnya mereka bisa dapat support dana dari uang pembinaan lomba yang diputarkan ke modal dan pengembangan alat bantu bisnis berupa mesin dan lainnya.
Sajodo Snack & Food kini sudah memiliki sebuah pabrik luas dengan tiga lantai, satu outlet atau offline store sudah terdaftar di Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual Sebagai Merk Resmi, terdaftar di Dinas Kesehatan, Mempunyai Sertifikat Halal untuk semua produknya dan Sertifikat Nilai Gizi untuk menjamin produknya. Jumlah pegawainya 65 orang dan dua kampung yang diberdayakan.
Dengan kesuksesan bisnisnya, Frida dan Gilang telah memberangkatkan karyawan untuk beribadah umrah bersama.
"Kami ingin terus bertumbuh besar dan bermanfaat bagi masyarakat, ikut membantu program pemerintah untuk menyerap banyak lapangan kerja, berkolaborasi dengan UMKM kecil dan kelompok masyarakat agar bisa membantu meningkatkan ekonomi mereka lebih baik lagi pasca Pandemi Covid-19," tutur Gilang.
Tag
Berita Terkait
-
Kripik Pisang Organik Omzet Ratusan Juta: Berawal dari Cinta Ibu, Inovasi Tiada Henti Jadi Kunci
-
Penjaga Makam Asal Purbalingga Ini Bangga Anaknya Jadi Lulusan Terbaik SMKN Jateng hingga Bisa Kuliah di UI
-
Cerita Inspiratif Dina: Tebar Manfaat dengan Produk Organik, Cuan Jutaan dalam Sepekan
-
Kisah Emak-emak Sukses Kembangkan Usaha Beromzet Jutaan dengan Tanamkan Nilai Utama Sosok Ibu
-
Pelanggannya Aktor hingga Ustaz Terkenal, Ini Kisah Sukses Tukang Cukur Muslim Syaebani
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam