Suara Denpasar – Mantan Kiper Juventus Emil Audero Mulyadi tengah menjadi sorotan publik. Terlebih setelah ia ketahuan mengikuti Instagram Ketum PSSI, Erick Thohir.
Tak sedikit yang berandai-andai aksi mantan kiper Juventus ini sebagai kode ketertarikannya untuk bergabung dengan Shin Tae Yong di Timnas Indonesia.
Ya, dilansir dari bolatimes.com Emil Audero Mulyadi merupakan kiper keturunan Indonesia-Italia yang sempat menolak untuk dinaturalisasi.
Sang ayah, Edy Mulyadi secara terang-terangan anaknya tersebut belum tertarik untuk mengikuti program naturalisasi. Hal ini lantaran Emil Audero Mulyadi tumbuh dan besar di Serie A Italia. Selain itu, Emil Audero Mulayadi memiliki mimpi untuk bermain di Piala Dunia bersama dengan Italia.
Namun, kabar ketertarikan Emil Audero Mulyadi untuk menjadi bagian skuad asuhan Shin Tae Yong di Timnas Indonesia kembali mencuat. Terlebih setelah kiper berusia 26 tahun tersebut kepergok mengikuti akun Instagram Erick Thohir.
Sementara itu, Erick Thohir menyebut dirinya bersama dengan Shin Tae Yong sedang memantau pemain-pemain keturunan yang memiliki kualitas grade A.
Lantas siapakah sebenarnya sosok Emil Audero Mulyadi? Berikut Suara Denpasar rangkum profil singkatnya.
Dilansir dari laman transfermarkt, Emil Audero Mulyadi merupakan pemain keturunan Indonesia-Italia yang lahir di Mataram. Pemain yang lahir pada 18 Januari 1997 tersebut memang memiliki CV yang cukup mentereng.
Karir sepakbolanya dimulai dari Juventus Youth pada 2008 silam, hingga pada 2017 ia bergabung pada klub Juventus senior.
Baca Juga: Dilarang Datang oleh PT LIB, Suporter PSM Makassar Ajukan Protes, Desak Erick Thohir Lakukan Ini
Tak hanya Juventus, Emil Audero Mulyadi juga sempat bergabung dengan klub Venezia sebelum akhirnya ia memperkuat klub Sampdoria. Kontraknya bersama dengan Sampdoria akan berakhir pada 30 Juni 2026.
Tak hanya di level klub, Emil Audero Mulyadi juga langganan masuk Timnas Italia. Dimulai dari Timnas Italia kelompok umur 15, 16, 17, 18, hingga 21 tahun pernah ia lakoni.
Meski belum ada pernyataan resmi dari pemain yang dibandrol Rp104,29 Miliar versi transfermarkt, menarik dinantikan apakah pecinta sepakbola akan menyaksikan Emil Audero Mulyadi berseragam Timnas Indonesia dalam waktu dekat. (*/Ana AP)
Berita Terkait
-
Dikaitkan dengan Persib, Begini Statistik Mantan Pemain Timnas Indonesia Bersama Madura United, Cek Profilnya
-
Sedih! Tak Dibawa Scaloni Hadapi Timnas Indonesia, Pemain Argentina Ini Menangis di Lapangan
-
CEK FAKTA: Langsung ikut latihan Hari ini, Eks Juventus Sami Khedira Resmi Gabung Persija Jakarta?
-
Setelah Pengurangan 15 Poin, Hukuman Lain Juga Tengah Mengintai Juventus
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Badai Pasti Berlalu! 5 Shio Ini Akhiri Masa Sulit dan Banjir Rezeki pada 26 Juni 2026
-
Belajar Bisnis Media di Chongqing, Bantu Branding Daerah lewat Influencer
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km