Suara Denpasar - Dedi Mulyadi, Anggota DPR RI yang kini berstatus duda tampaknya begitu konsen dengan ojol cantik Teteh Yani.
Teteh Yani sendiri kisah cintanya begitu tragis, satu kali ditinggal sang suami hingga akhirnya berstatus janda.
Dua kali putus cinta. Paling tragis adalah ketika ditinggal sang mantan pacar sesama ojol karena meninggal tertabrak kontainer.
Padahal, Teteh Yani dan pacarnya yang ojol itu sempat berencana menikah sebelum akhirnya maut menjemput.
Kali ini, ngedate Kang Dedi bersama Teteh Yani berlangsung di Warung Padang. "Ada calon suami nggak di sini yang baik dan sayang sama anaknya dua," kelakar Kang Dedi. Dia juga mendengar curhat Teteh Yani yang mengaku belum mendapat order sampai siang hari.
Kondisi ini tidak hanya terjadi pada Teteh Yani. Tapi juga dengan kawan-kawannya yang lain sesama ojol.
"Dari jam 8 belum ada order," tanya Kang Dedi. Kang Dedi pun menilai kondisi ini sangat dilematis dan bingung apa penyebab dari faktor penurunan dari pendapatan ojek online.
Mantan Bupati Purwakarta ini menilai bahwa jumlah ojol yang terlalu banyak. Dia memberi saran kepada Dinas Perhubungan untuk melakukan rasionalisasi ojol dengan penumpang.
Jika terus dibuka ke depan akan ada penumpukan ojol yang tidak sebanding dengan jumlah penumpang.
Baca Juga: Teteh Yani Langsung Mau Kalau Dikawini Kang Dedi
"Kalau nggak dibikin rasionalisasi, orang yang tidak ada kerjaan nanti akan menjadi ojol. Kan repot," terangnya.
Pada kesempatan itu, Kang Dedi juga meminta pelayan restoran Padang membungkus lauk pauk dan nasi untuk keluarga Teteh Yani.
Tak lupa dia menanyakan Teteh Yani, ada teman-teman sesama ojol yang ada di luar. Jika ada, dia meminta Teteh Yani untuk memanggil mereka untuk makan bareng. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Bukan Hukuman Ringan, Nadiem Makarim Berharap Bisa Bebas dalam Putusan Hakim
-
Demo adalah Aksi Menyuarakan Ketidakpuasan, Bukan Pamer Dukungan
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Modus Ajak Menikah, WNA di Lombok Paksa Korban Masuk Fantasi Seksual Menyimpang
-
Baliho Ulang Tahun Jokowi di Solo Tuai Polemik, DPRD Curigai Penggunaan Dana APBD
-
Wamendikdasmen Akan Cek Dugaan Pelibatan Siswa dalam Aksi Dukung MBG di Batam
-
Pengurus BEM Fakultas UBK yang Tampung Suap Rp20 Juta Terancam Sanksi Akademik
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Libur Sekolah, PELNI Beri Diskon Tiket Kapal 30 Persen