Suara Denpasar - Langkah sejumlah musisi Indonesia dari berbagai genre yang tergabung dalam IKLIM (The Indonesia Knowledge, Climate, Arts & Music Lab atau Lab Pengetahuan, Iklim, Seni & Musik) itu perlu diapresiasi.
Sebab, kelompok kolektif dari 11 musisi baik group maupun solo itu berkomitmen menyuarakan isu perubahan iklim melalui seni.
Musisi yang tergabung antara lain Endah N Rhesa, FSTVLST, Guritan Kabudul, Iga Massardi Barasuara, Iksan Skuter, Kai Mata, Made Mawut, Navicula, Tony Q, Tuan Tigabelas, dan Rhythm Rebels.
Robi Navicula, salah satu inisiator IKLIM menjelaskan, krisis iklim makin nyata terlihat lewat berbagai media massa yang memberitakan bencana alam. Berkaca dari itu, isu perubahan iklim ini menjadi urgen dibicarakan agar berbagai pihak ikut bersatu menyikapi perubahan iklim yang makin merugikan generasi mendatang.
Robi menjelaskan, gerakan semacam ini sebenarnya telah banyak dilakukan oleh banyak pihak.
“Di industri kreatif sebenarnya sudah banyak yang melakukan ini, tapi banyak yang berjuang sendiri-sendiri. Untuk itu, IKLIM menjadi gerakan kolektif yang digagas dari inisiatif yang tercerai berai tersebut,” jelasnya.
Musisi yang tergabung dalam IKLIM sepakat musik menjadi alat untuk menyuarakan isu ini yang nantinya akan direalisasikan dalam sebuah album kompilasi lagu. Album ini akan diproduksi dan diluncurkan oleh label Alarm Record, sebuah label musik berkelanjutan dan ramah lingkungan pertama di Indonesia.
Robi menambahkan, tidak sedikit kebijakan yang berubah karena musik. Lebih dari itu, musik bukan sekadar hiburan, namun musik juga menjadi alat untuk menyampaikan pesan lebih luas dan membangun kolaborasi dengan seniman lain, media massa, akademisi, dan lainnya.
“Kita musisi, yang kita bisa lakukan sebagai musisi adalah membuat sebuah karya. Harapan kita agar penggemar kita menjadi ikut peduli dengan isu ini, siapa tahu penggemar kita punya kapasitas untuk mendukung regulasi di tempatnya, sehingga punya dampak yang lebih luas,” tambahnya lagi.
Baca Juga: Tiket Bola Indonesia vs Argentina Ludes dalam Sekejap, PSSI: Bisa Imbangi Panggung Musik Dunia
Kesebelas musisi tersebut berkumpul di Ubud dalam kegiatan lokakarya bertajuk “Sound the Alarm” yang digelar 12-15 Juni 2023 di Ubud. Bersama dengan pakar di bidang ekologi, musisi diajak membahas lebih jauh soal isu perubahan iklim dan peluang musik sebagai alat untuk menyuarakan isu ini.
Mereka juga melakukan aksi penanaman pohon bersama di Monkey Forest Ubud sebagai salah satu bentuk pelestarian ekosistem lokal.
Sebelumnya para musisi ini juga telah bergabung dalam sebuah gerakan global, Music Declares Emergency (MDE) yang mempersatukan musisi dan pecinta musik dalam merespon krisis iklim. Dengan slogan “No Music on a Dead Planet" atau tidak ada musik di planet mati.
Gerakan global ini telah didukung oleh artis internasional seperti Billie Eilish, Thom Yorke dari Radiohead, Massive Attack, Tom Morello dari Rage Against The Machine, Jarvis Cocker dari Pulp, Kevin Parker dari Tame Impala, dan masih banyak lagi.
MDE memanfaatkan pengaruh para musisi untuk membangun kesadaran masyarakat serta menciptakan diskusi tentang isu iklim di media mainstream dan mendorong respon global terhadap masalah darurat ini. (*/Dinda)
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
Pilihan
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
Terkini
-
Spesifikasi PC Crimson Desert, Game Aksi Open World Terbaru dengan Aksi Brutal
-
Jujutsu Kaisen Siapkan Episode Panjang untuk Akhiri Culling Game Part 1
-
Dari Jalanan ke Meja Makan, Waoreng "Babeh" yang Kini Ramai di Mangga Besar
-
Viral Pesan Baju Lebaran untuk Suami, yang Datang Gamis Perempuan
-
Arus Mudik 2026, Lalu Lintas Tol SurabayaMojokerto Naik 25,3 Persen
-
5 Rekomendasi Smartwatch Wanita Tangan Kecil Mulai Rp400 Ribuan
-
5 Promo Kuliner Lebaran 2026 yang Bikin Hemat, Cocok Buat Kumpul Bareng!
-
Novel Teka-Teki Terakhir: Ketika Matematika Menjadi Petualangan Seru
-
Bukan Karena Kapal Rusak, Ini Biang Kerok Antrean Kendaraan di Bakauheni
-
BGN Wajibkan Pemantauan Limbah MBG Tiap Tiga Bulan, Tekankan Aspek Lingkungan dan Higienitas