/
Rabu, 05 Juli 2023 | 15:07 WIB
Tak Cuma Pemain, Kini Pelatih Sepak Bola Indonesia Makin Mudah Gabung J-League

Suara Denpasar - Teken MoU antara Sekolah Sepak Bola (SSB) Asiana Soccer School dengan Cerezo Osaka klub divisi pertama J-League akhirnya membuahkan hasil.

Pasalnya, pemain sepak bola Indonesia kini memiliki peluang untuk berkarir di Jepang pada masa mendatang.

Presiden Asiana Soccer School Galih Dimuntur Kartasasmita mengungkapkan bahwa kolaborasi ini jadi pembuktian bahwa salah satu sekolah sepak bola di Indonesia itu terus menjalankan visi dan misinya. Yakni mengembangkan talenta muda berbakat di Indonesia ke kancah Internasional.

Menpora Dito Ariotedjo yang hadir di konferensi pers itu turut mengapresiasi atas kesepakatan MoU demi mengembangkan sepak bola antara Asiana Soccer School dengan Cerezo Osaka FC.

Menurutnya, langkah kerjasama dengan klub sepak bola Jepang ini sangat menarik. Sebab Jepang merupakan salah satu negara Asia yang kerap bermain di Piala Dunia.

"Pilihan kerja sama dengan klub sepak bola Jepang adalah langkah menarik.. dalam satu dekade belakangan, sepak bola Jepang menjadi salah satu negara Asia yang menunjukkan kualitas sepak bola yang patut diperhitungkan.. bahkan selalu langganan masuk Piala Dunia,"ucap Dito dikutip dari Antara pada Rabu (5/7/2023).

Seperti diketahui, Jepang saat ini menempati ranking 20 FIFA, bahkan yang terunggul di seluruh negara Asia.

Teken MoU itu nantinya akan membuat Asiana Soccer School dapat mengirimkan tiga kali pemain dalam setahun, dengan 2 anak per sekali kirim. Kemudian juga akan menjalani masa trial selama 15 hari.

Ketum PSSI Erick Thohir yang juga turut hadir dalam penandatangan MoU itu. Ia sangat menyambut baik karena memang sejalan dengan pembangunan sepak bola tanah air dari grassroot.

Baca Juga: Akhirnya! PSSI-nya Jepang Kabulkan Permintaan Erick Thohir, 2 Sosok Ini Dikirim ke Indonesia

"Melalui kerjasama Asiana Soccer School dan Cerezo Osaka ini merupakan pembangunan dari grassroot. Jadi nantinya akan ada pengiriman pemain, coaching hingga pelatih. Membangun sepak bola itu harus dari bawah dan dari yang masih muda," pungkas Erick Thohir. (*/Dinda)

Load More