Suara Denpasar – Beredar kabar Dewi Persik akui kesalahan dan minta maaf pada Komisi Penyiaran Indonesia atau KPI usai mendapatkan teguran keras.
Kabar tersebut disebarkan oleh kanal YouTube CATATAN JURNALIS pada Kamis, 6 Juli 2023 dengan video berdurasi 7 menit 56 detik, dan sudar ditonton 5,6 ribu kali setelah 2 jam dari waktu pengunggahan.
Video itu disebar dengan judul ‘Dapat Teguran Pedas, Detik-Detik Dewi Persik Mengakui Kesalahan dan Meminta Maaf Pada KPI’, dilansir Suara Denpasar pada Kamis, (6/7/2023).
Lantas benarkah kabar tersebut? Tim Suara Denpasar melakukan penelusuran mendalam terkait informasi tersebut melalui cek fakta, berikut ini hasilnya.
CEK FAKTA
Setelah ditelusuri, video itu menayangkan video polemik antara Dewi Persik dengan Ketua RT beberapa waktu lalu soal qurban.
Akan tetapi tidak ditunjukan bukti video pernyataan Dewi Persik meminta maaf kepada KPI dan mengakui kesalahannya usai ditegur sebagaimana tertulis pada judul berita yang disebarkan.
Ditelusuri melalui akun instagram @dewiperssik9, tidak ditemukan satu pun video atau pernyataan ia meminta maaf kepada KPI atau ditegur KPI sebagaimana isu miring yang tersebar itu.
Dalam video yang diunggah oleh kanal YouTube tersebut, ditampilkan cuplikan video tanpa suara pihak KPI di hadapan DPR RI sedang berbicara.
Baca Juga: Cek Fakta: Innalilahi Kakinya Sampai Begini, Tyronne Del Pino Akhirnya Dicoret dari Persib Bandung?
Setelah ditelusuri, konteks dari video itu bukanlah tentang Dewi Persik, melainkan rapat KPI dengan DPR RI, serta konteks dari pernyataannya ialah merespon kritikan Deddy Corbuzier kepada KPI terkait Fajar Sadboy beberapa waktu lalu.
Videonya pernah diunggah oleh kanal YouTube INDO SHARE, berikut ini link videonya:
https://youtu.be/vLAIMbx1-LM
Tidak ada bukti yang ditunjukan oleh kanal YouTube CATATAN JURNALIS yang dapat membenarkan berita yang disebarkannya, faktanya apa yang disebarkan bersifat manipulatif dan pembohongan.
KESIMPULAN
Hasil penelusuran menunjukan bahwa berita tentang Dewi Persik itu merupakan berita bohong, bersifat manipulatif dan dapat dikategorikan sebagai berita hoax. (Rizal/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Kasus Hindoli Terkuak, Tersangka Sumur Ilegal Ditangkap Usai Berpindah hingga Jambi
-
5 Mitos Pulau Kemaro yang Masih Dipercaya Warga, dari Cinta Tragis hingga Pantangan Misterius
-
Tren Baru di Jakarta, Lari Santai Tanpa Target, Ini Alasan Sepatu Cushion Makin Digemari
-
Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana
-
Hemat Bagasi Tanpa Ribet, Sepatu Lari Multifungsi Ini Bisa Dipakai Jogging, ke Mall hingga Traveling
-
Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!
-
Pertina NTT Gugat Menpora: Legalitas Perbati Tak Terbukti di Persidangan, DPP Pertina Beri Dukungan
-
Makna Sakral Tato Dayak: Mengapa Setiap Guratan di Tubuh Punya Cerita Hidup?
-
Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global
-
Segel Dibuka Selasa, Subkon Ancam Segel Ulang Gedung MUI Sukabumi Jika Kamis Belum Dibayar