Suara Denpasar – Salah satu pemain Timnas Indonesia yang saat ini berposisi sebagai gelandang Persija Jakarta, yaitu Syahrian Abimanyu belum lama ini membocorkan taktik yang digunakan dalam permainan Shin Tae-yong dan Thomas Doll.
Syahrian Abimanyu tergolong sebagai pemain paling beruntung karena bisa merasakan dilatih langsung oleh pelatih asal Eropa dan Asia.
Bersama Persija, ia dapat banyak ilmu dari pelatih asal Jerman, Thomas Doll. Sedangkan di Timnas Indonesia, ia menerima tempaan dari Shin Tae-yong yang berasal dari Korea Selatan.
Punya kualitas yang sudah terbukti membawa sepak bola Indonesia ke arah positif, kemampuan Shin Tae-yong dan Thomas Doll tidak perlu diragukan lagi.
Menurut Syahrian Abimanyu, kedua pelatihnya itu sama-sama senang untuk melakukan penguasaan bola atau ball possession.
Meski begitu, tetap ada perbedaan gaya main yang digunakan keduanya, salah satunya terlihat dari segi durasi penguasaan bola yang diminta sang pelatih.
Menurutnya, Thomas Doll lebih senang pemain bisa menguasai bola lebih lama ketimbang Shin Tae-yong.
“Thomas Doll bercorak ball possession, tujuannya untuk mengontrol bola lebih lama,” ujar Syahrian Abimanyu, dukutip dari akun Instagram @kaikofootballnews, Sabtu (8/7/2023).
Sementara Shin Tae-yong menurutnya tak suka pemain Timnas Indonesia terlalu lama dalam menguasai bola. Sehingga begitu bola ada di bawah kendali, mereka dituntut segera mengalirkan bola ke depan.
Baca Juga: Bandingkan Sikap Uya Kuya dan Denny Sumargo, Denise Chariesta Singgung soal TKW: Itu Mah Pencitraan
“Coach Shin Tae-yong juga ball possession, tetapi para pemain harus cepat mengalirkannya ke depan,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyebut Shin Tae-yong juga menuntut para pemain untuk berlari mencari celah di lini pertahanan lawan.
“Shin Tae-yong lebih senang bola vertikal yang diumpan langsung ke depan,” ujarnya.
Walau begitu, tak bisa Syahrin pungkiri jika kedua pelatih tersebut tak hanya memiliki gaya main yang hampir serupa, tetapi keduanya juga sama-sama disiplin terhadap para pemain.
Komentar Syahrin Abimanyu itu pun sontak mendapatkan sorotan dari para pecinta sepak bola, khususnya para pendukung Persija Jakarta, Jakmania.
Sepakat dengan pernyataan Syahrian, mereka juga memuji keterampilan kedua pelatih tersebut. Namun, tetap mengingatkan bahwa taktik akan bergantung kepada para pemainnya saat di lapangan.
“Dua-duanya bagus, jadi tergantung pemainnya bisa melaksanakannya atau tidak. Kalau tidak ya akhirnya permainan tidak maksimal. Itu saja sih pendapat saya, salam the jak mania,” tulis akun bernama @kucing_aspal_22_80.
“Betul Itu, taktik sebagus apa pun, tidak akan jalan kalau pemain tidak mengerti taktik tersebut. Taktik akan sejalan dengan bagus jika pemain itu benar-benar memahami taktik tersebut,” timpal akun @apfvp. (*)
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Bak Pengemis! Saddil Ramdani Temui Shin Tae-yong untuk Minta Maaf sampai Bilang Begini
-
Cek Fakta: Pemain Timnas Indonesia, Saddil Ramdani Jelekkan Nama Shin Tae-yong di Depan PSSI-nya Malaysia
-
Cek Fakta: Langsung Dijemput di Bandara, Penyerang Paling Ditakuti di Liga Polandia Resmi Gabung Persija Jakarta?
-
CEK FAKTA: Ditebus Rp4 Miliar, Persija Jakarta Resmi Perkenalkan Maciej Gajos?
-
CEK FAKTA: Welcome! Partner Witan Sulaeman di Eropa, Maciej Gajos Gabung Sebagai Pemain Asing ke-4 Persija Jakarta?
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Geger Spanduk 'Tangkap Jokowi' Bertebaran di Lebak Jelang Kunjungan ke Banten
-
Karhutla Sumsel Terus Meluas, Mengapa Muba dan Ogan Ilir Jadi Titik Terparah?
-
Generasi Muda Disebut Jadi Kunci Hadapi Tantangan Perubahan Iklim hingga Ketahanan Pangan
-
Dakwaan Dibatalkan Hakim, Jaksa Kembali Limpahkan Perkara dr Tifa ke PN Jakarta Timur
-
HKBP Perkuat Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
-
Resmi Dihibahkan ke Pemprov Jabar, Teras Cihampelas Bandung Bakal Dibongkar Total
-
Hilirisasi Sawit RI Diklaim Sukses, 80% Ekspor Tak Lagi Produk Mentah
-
5 Fakta Kapal Jukung Terbakar di Sungai Musi, Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
-
Bakery Singapura BIdik Pasar Kuliner RI, Ekspansi Perdana ke Jakarta
-
BGN Enggan MBG Dibenturkan dengan Sekolah Roboh: Enggak Nyambung