Suara Denpasar - Desa Waerebo yang berlokasi di pedalaman NTT menjadi warisan budaya dunia oleh UNESCO dan lokasinya yang unik berada di Atas Awan, berikut informasinya.
Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah salah satu wilayah Indonesia pada bagian timur yang dikenal mempunyai keindahan alam, sosial masyarakat yang tinggi, dan dikenal juga mengenai budayanya yang luar biasa.
Bukan hanya itu saja, keberadaan satwa langka dunia yang ada di Nusa Tenggara Timur menjadikan tempat ini semakin dikenal oleh masyarakat.
Oleh sebab itu, tidak heran jika para wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri ingin melihat kekayaan dan keindahan dari NTT.
Menariknya lagi, di Nusa Tenggara Timur terdapat sebuah desa kuno yang berlokasi di pedalaman dan memiliki ketinggian 1200 MDPL.
Dikutip Suara Denpasar dari kanal YouTube Jelajah bumi pada Selasa (18/7), desa kuno yang ada di Nusa Tenggara Timur ini bernama Desa Waerebo.
Desa Waerebo menjadi warisan budaya dunia oleh UNESCO yang terus dijaga keberadaannya oleh masyarakat.
Menjadi warisan budaya dunia oleh UNESCO sejak tahun 2012 dengan menyisihkan 42 negara lainnya.
Desa kuno tersebut diketahui berlokasi di Kampung Satar Lenda.
Tepatnya di Kecamatan Mese, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur.
Banyak orang menyebut Desa kuno tersebut dengan sebutan Desa Waerebo atau Desa di atas awan yang memukau.
Desa kuno terpencil Waerebo mempunyai daya tarik yang tidak mudah untuk dilupakan.
Desa Waerebo ini menjadi salah satu desa adat yang berkomitmen terus mempertahankan kehidupan masyarakat tradisional Manggarai.
Mbaru Niang adalah julukan yang diberikan untuk Desa Waerebo yang mempunyai ciri khas untuk rumah-rumah adatnya yang mempunyai bentuk kerucut yang dilengkapi atap berlapis yang terbuat dari tumpukan jerami yang dikenal kokoh.
Masyarakat Desa Waerebo ingin terus mempertahankan adat dan menjunjung tinggi tradisi yang turun temurun dari nenek moyang mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring