Suara Denpasar - Di tengah perbincangan tentang transparansi dan akuntabilitas pejabat negara. Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) menjadi sorotan penting.
Salah satu lembaga yang juga memiliki daftar LHKPN adalah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Indonesia.
Berikut data LHKPN dari Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dibandingkan dengan beberapa pejabat eselon I lainnya di lingkungan Kemenhub.
Menurut LHKPN per 31 Desember 2021, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memiliki total harta kekayaan senilai Rp 41,28 miliar.
Jumlah tersebut menjadikannya pejabat Kemenhub dengan kekayaan tertinggi di antara eselon I lainnya.
Perlu dicatat bahwa terdapat penurunan kekayaan sebesar Rp 1,68 miliar dibandingkan dengan total kekayaannya pada tahun 2020 sebesar Rp 42,96 miliar.
Meskipun demikian, harta kekayaan Budi Karya naik dari posisi Rp 39,46 miliar pada awal masa jabatannya pada 2016.
Harta kekayaan Budi Karya terdiri dari aset tanah dan bangunan senilai Rp 20,81 miliar, dengan mayoritas berada di wilayah Tangerang Selatan dan sisanya tersebar di Tangerang, Sukoharjo, serta Kota Bogor.
Selain itu, Budi Karya juga memiliki 3 unit mobil dengan total nilai Rp 627,25 juta dan harta bergerak lain senilai Rp 705 juta.
Surat berharga yang dimiliki mencapai Rp 4,49 miliar, dan kas serta setara kas sebesar Rp 14,68 miliar. Meskipun memiliki harta kekayaan yang signifikan, Budi Karya hanya memiliki utang sebesar Rp 1.
Selanjutnya, mari kita bandingkan harta kekayaan Budi Karya Sumadi dengan beberapa pejabat eselon I lainnya di Kemenhub.
1. Djoko Sasono, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemenhub
Djoko Sasono menempati posisi kedua dalam daftar kekayaan pejabat Kemenhub. Menurut LHKPN per 31 Desember 2022, total harta kekayaannya mencapai Rp 25,69 miliar.
Djoko memiliki aset berupa 7 tanah dan bangunan hasil sendiri senilai Rp 10,36 miliar yang tersebar di Bekasi, Jakarta Timur, dan Majalengka. Ia juga memiliki 3 aset alat transportasi dan mesin senilai Rp 170,25 juta, serta harta bergerak lain senilai Rp 50 juta.
Surat berharga yang dimiliki Djoko mencapai Rp 9,62 miliar, dan kas serta setara kas sebesar Rp 3,23 miliar.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!
-
Bayar Pajak Kendaraan di Jawa Barat Kini Bisa Dicicil, Tapi Harus Punya Rekening Bank
-
Clara Shinta Ogah Damai dengan Mantan Suami, Proses Hukum Jalan Terus
-
Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float
-
Wacana Penderita TBC Jadi Penerima MBG Ditolak DPR, Dinilai Berpotensi Sebarkan Penyakit
-
Bukan Copet, Transjakarta Ungkap Fakta Penumpang Ngamuk di Koridor 5 yang Viral
-
PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum
-
DPR Ungkap Dana Transfer Daerah 2027 Disunat Rp300 Triliun, Gaji PPPK Terancam Macet
-
Kilang Plaju Cetak Operator Scaffolding Bersertifikat, Dorong Kesiapan Tenaga Kerja Lokal
-
Sambut HUT Jakarta ke-500, Remember Fest Siap Hadirkan Pengalaman Festival Terlengkap di Kemayoran