/
Selasa, 08 Agustus 2023 | 16:00 WIB
Kepala Dinas Pariwisata Bali, Tjok Bagus Pemayun (Rovin Bou)

Suara Denpasar - Piala Dunia (Pildun) U-17 akan berlangsung di Indonesia pada bulan November sampai Desember 2023 mendatang. 

Bali yang sebelumnya sempat ditunjuk jadi salah satu host atau tuan rumah Piala Dunia U-20 itu, kini tidak dipakai sebagai penyelenggara Piala Dunia U-17

Federasi sepak bola internasional atau FIFA telah memilih 4 stadion sebagai venue berlangsungnya Piala Dunia U-17 tersebut. Diantaranya Jakarta International Stadium (JIS), Si Jalak Harupat (Bandung), Gelora Bung Tomo (Surabaya), dan Manahan (Solo).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Bali, Tjok Bagus Pemayun  mengatakan tidak ada pengaruh terhadap pendapatan dari wisatawan. Dia justru meyakini para suporter, pemain dan official tim dari delegasi Piala Dunia U-17 itu pasti akan berlibur ke Bali. 

"Mumpung mereka ada di Indonesia pasti mereka akan lakukan kunjungan ke Bali," ujar Tjok Bagus Pemayun saat dihubungi Suara Denpasar, Selasa (8/8/2023).

"Contoh kayak kemarin di Mandalika (Moto GP) akhirnya mereka ke Bali juga, bahkan ada yang tinggal di Bali baru terbang ke sana. Terus kemarin KTT Asean di Labuan Bajo, mereka juga datang ke Bali," kata Pemayun mencontohkan.

Sementara pelaku pariwisata Bali dalam hal ini Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Bali mengatakan Piala Dunia U-17 itu tidak masuk dalam target para pelaku pariwisata. Hanya menjadi cadangan atau tambahan. 

"Segmen itu kan belum kita targetkan, itu hanya menjadi penambahan, tidak akan ada penurunan bahkan kunjungan wisatawan asing ke Bali justru mengalami peningkatan yang cukup signifikan," imbuh Wakil Ketua PHRI Bali, I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya saat dikonfirmasi.

Rai menjelaskan untuk saat ini saja hampir semua hotel, villa dan homestay di Bali sudah terisi secara merata, tidak menumpuk di suatu wilayah saja.

Baca Juga: Surprise! Selain JIS Ternyata FIFA dan PSSI Inspeksi Stadion Lain di Kawasan Jakarta Selatan untuk Piala Dunia U-17

Hal itu berkaitan langsung dengan jumlah kunjungan wisatawan yang semakin tinggi. Mencapai 18 ribu pengunjung per hari. 

"Hampir semua sudah ada pemerataan dan tidak menumpuk di satu daerah saja. Sekarang hampir semua area sudah menggeliatkan peningkatan pemerataan dari pada tingkat hunian baik di Bali Selatan, Bali Timur, Bali Utara dan merangkak juga terjadi di Bali Barat," tandasnya.(Rizal/*)

Load More