Suara Denpasar – Ada kabar yang menyatakan bahwa Heriberto Tavares pilih Timnas Indonesia ketimbang Portugal.
Tujuan Heriberto Tavares pilih Timnas Indonesia tersebut lantaran ia ingin menjadi legenda di sejarah sepak bola Indonesia.
Berita tersebut pertama disebarkan oleh channel YouTube ARP. Channel YouTube tersebut telah mengunggah video yang berjudul:
“PROFIL HERIBERTO TAVARES! PEMAIN KETURUNAN ASAL MALUKU SIAP BELA TIMNAS JIKA DIBUTUHKAN!” judul video tersebut.
Selain itu, pada foto thumbnail juga diperlihatkan potret Heriberto Tavares dan disandingkan dengan Erick Thohir. Bahkan, ada juga narasi yang ditulis di sisi bawah foto thumbnail tersebut yang berbunyi:
“REAL TINGGALKAN TIMNAS PORTUGAL, DEMI MENJADI LEGENDA DI TIMNAS INDONESIA,” bunyi narasi dalam thumbnail video tersebut.
Hingga kini, video unggahan channel YouTube ARP itu sudah ditonton sebanyak 23 ribu penayangan. Lantas, apakah klaim berita tersebut benar?
CEK FAKTA:
Setelah dilakukan penelusuran dengan menonton video yang berdurasi 3 menit 8 detik itu, tidak ditemukan pernyataan resmi atau informasi akurat terkait Heriberto Tavares pilih Timnas Indonesia ketimbang Portugal.
Bahkan narator dalam video tersebut juga asal-asalan mengatakan bahwa Heriberto Tavares berketurunan Maluku tanpa adanya bukti yang valid.
Alih-alih memberikan bukti valid, narator dalam video itu malah menceritakan kisah Heriberto Tavares dari kecil hingga ia berhasil bergabung dengan sepak bola divisi 2 Liga Portugal.
Sementara itu, di laman resmi PSSI juga tidak ada berita yang mengumumkan bahwa Heriberto Tavares hendak bergabung dengan Timnas Indonesia dan siap tinggalkan Timnas Portugal.
Selain itu, foto thumbnail yang digunakan oleh Channel Youtube ARP itu juga merupakan merupakan hasil editan hanya dengan penggabungan wajah. Hingga akhir video, tidak ada bukti valid soal Heriberto Tavares pilih Timnas Indonesia dan menjadi legenda di kancah sepak bola Indonesia.
Kesimpulan
Jadi, dapat disimpulkan klaim berita dari channel YouTube ARP soal Heriberto Tavares itu adalah berita palsu alias hoax. (*/Dinda)
Berita Terkait
-
Shin Tae-yong Berikan Latihan Normal Timnas Indonesia U-23 saat Kontra Thailand, Anggap Remeh Malaysia?
-
Mees Hilgers Jawab Kritikan Tajam Para Pemuja 'Local Pride' Timnas Indonesia, Erick Thohir Ternyata Lakukan Hal yang Sama
-
Manajer Timnas Indonesia Ngamuk, Dapati Enam Pemain Masih Absen di Latihan Perdana
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
12 Ramalan Zodiak Hari Ini 6 Agustus 2026: Leo dan Libra Beruntung, Capricorn Waspada Konflik
-
Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan