Suara Denpasar – Suporter Persib Bandung, Bobotoh patut cemas pasalnya jelang melakoni laga pekan ke-10 BRI Liga 1 2023-2024 melawan RANS Nusantara FC, Sabtu (26/8/2023) mendatang, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Bandung.
Persib Bandung terancam masih belum bisa diperkuat dua pemain kunci mereka yakni David da Silva dan Teja Paku Alam.
Kedua pemain itu selama ini memang menjadi pilihan utama dan andalan Persib di masing-masing posisi. David da Silva diandalkan sebagai juru gedor utama tim sementara Teja Paku Alam dipercaya menjadi benteng terakhir Persib di bawah mistar gawang.
Dilansir dari laman resmi klub, Dokter Tim Persib Bandung, dr. Rafi Ghani menjelaskan baik Teja Paku Alam dan David da Silva absen pada sesi latihan tim hari Selasa (22/8/2023).
Keduanya masih menjalani pemulihan cedera sehingga rentan kembali mengalami cedera apabila dipaksakan berlatih.
“David (da Silva) tidak hadir latihan karena harus ke rumah sakit untuk mengecek sejauh mana perkembangan cederanya,” jelas Rafi.
“Sementara Teja (Paku Alam) masih ada rasa nyeri di bagian lengan bawah tangan kirinya. Ada sedikit pembengkakan dan sedang diistirahatkan untuk tidak mengikuti aktivitas latihan dulu,” imbuhnya.
Di tengah kabar kurang menggembirakan kemungkinan absennya Teja Paku Alam dan David da Silva.
Dua pemain Persib lainnya yang baru pulih dari cedera yakni Febri Hariyadi dan Dedi Kusnandar bisa kembali bergabung bersama tim.
Baca Juga: Persebaya Surabaya Bertandang ke Markas PSS Sleman, Uston Nawawi Ambil Ini dari Suporter Super Elja
Sedangkan soal kondisi Arsan Makarin yang sempat mendapat benturan keras dengan kiper PSIS Semarang, Adi Satryo.
Rafi menjelaskan kondisi Arsan tidak mengkhawatirkan hanya perlu mendapat jahitan di sekitar pelipis mata yang sobek karena benturan.
“Arsan kena benturan di pelipis mata kirinya dan mengalami luka robek. Kami observasi, alhamdulillah tidak ada tanda-tanda (cedera parah),” terang Rafi. (*/Rizal)
Berita Terkait
-
Gelandang Persib Bandung Marc Klok Ungkap Kesan Pertama Bela Timnas Indonesia, Kontra Malaysia Menjadi Momen Menegangkan?
-
Dapat Dua Kartu Merah dan Dua Penalti, CEO PSIS Semarang Janji Bakal Lakukan Hal Ini ke Pemain
-
Sebut Keributan Suporter PSIS Semarang vs Persib Bandung Dilihat FIFA, Exco PSSI Ingatkan Soal Ini ke Suporter
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Festival Lahan Basah Pertama di Indonesia Hadir dari Tempirai, Merawat Tradisi yang Hampir Hilang
-
Dekat dengan Umat, Bank Sumsel Babel Salurkan Dukungan untuk Pengembangan Fasilitas Keagamaan
-
Jelang Idul Adha, PTBA Gelar Pelatihan Penyembelihan Kurban Agar Sesuai Syariat
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
-
Sepatu Lari Lokal Makin Viral, Tapi 5 Hal Ini Masih Bikin Sebagian Runner Ragu?
-
Banjir Air Mata, Nonton Duluan Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan, Sukses Mengharu Biru
-
DVI Mulai Cocokkan DNA Keluarga Korban Bus ALS di Muratara yang Belum Teridentifikasi
-
SPMB Pontianak Dibuka Juni 2026, Orang Tua Jangan Sampai Ketinggalan Jadwal Ini
-
Pengendara Diminta Waspada, Jalan Desa di Landak Mendadak Ambles dan Berbahaya saat Malam
-
Sinopsis Film The Sheep Detectives, Misteri Pembunuhan yang Diselidiki Kawanan Domba