/
Minggu, 27 Agustus 2023 | 10:45 WIB
Ni Made Masih, generasi kedua Made’s Warung

Suara Denpasar - Made’s Warung kini memasuki usia 54 tahun. Sejak berdiri pada 1969, warung ini dikenal sebagai tempat pertemuan bangsa-bangsa karena menjadi tujuan turis-turis yang ingin mendapati sajian lokal Bali

Lantas apa rahasia penting sebuah warung “tradisional” Bali, hingga bertahan sampai lebih dari setengah abad? 

Ni Made Masih, mewarisi sebuah warung kecil dari orangtuanya, atau generasi kedua Made’s Warung mengatakan warung warisan ibunya itu tidak berbeda dari warung-warung tradisional Bali pada umumnya, yang menyediakan jajanan seperti kopi, pisang goreng, tipat cantok, dan camilan seperti kacangan-kacangan dan kerupuk.

Namun yang menjadi pembeda adalah konsep warung rumahan yang mengandalkan suasana kekeluargaan. Ni Made Masih atau yang dipanggil Bu Made itu mengajak semua pengunjung untuk berbincang-bincang layaknya makan di rumah. 

Dari situ, kata Bu Made, ia mulai tahu selera makanan para turis dari berbagai bangsa itu. Berbekal informasi dari para turis, Bu Made mulai belajar membuat menu bernama jaffle, yang tak lain adalah roti panggang berisi pisang. 

Sebaliknya, para turis tak segan-segan mengajarkan bagaimana caranya membuat jaffle yang sesuai dengan selera mereka. Komunikasi dua arah dalam prinsip sharing and making terus berjalan dengan sangat baik.

Bu Made bertutur, sharing and making itu juga terjadi antara Ni Made Masih dengan seorang wisatawan asal Belanda bernama Peter Steenbergen. Peter mengajarkan banyak hal kepadanya, termasuk memasak menu-menu yang disukai para turis. 

"Secara perlahan menu-menu yang disajikan Warung Made terus bertambah. Bu Made selalu berorientasi membuat para pelanggannya memperoleh kepuasan dan betah setiap kali singgah di warungnya," tutur Bu Made Sabtu (25/8/2023) di Kuta, Bali.

Singkat cerita Peter dan Made kemudian menikah tahun 1974. Pernikahan itu ibarat representasi dari pertemuan bangsa-bangsa dari berbagai negara di Warung Made.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Ditahan Imbang PSS Sleman, Bonek Sumringah Uston Nawawi Mainkan Ferdinand Sinaga?

Pasalnya di Warung Made orang-orang tidak hanya berteman, tetapi juga mengikat janji. Mereka yang menikah di Warung Made itu sampai saat ini masih menjadi pelanggan setia. 

“Sudah banyak pasangan yang ketemunya di Warung Made, kemudian mereka memutuskan untuk menjadi suami-istri,” tandas Bu Made. 

Sementara Made Raymons, anak dari Ni Made Masih (generasi ketiga) yang kini mengelolah Made’s Warung mengatakan Made’s Warung telah berkembang ke berbagai tempat seperti Kuta, Seminyak, Benoa, Jakarta, dan bahkan Amsterdam. 

"Restoran ini berkembang seiring dengan kemajuan dunia pariwisata Bali. Meski telah memperkenalkan berbagai kuliner dunia seperti masakan Thailand dan Jepang, Made’s Warung tetap menjadi ikon kuliner Bali," kata Made Raymons menambahkan. (Rizal/*)

Load More