Suara Denpasar - Bali United kalah dari tuan rumah PSIS Semarang dalam lanjutan pekan ke-11 Liga 1 2023/2024 di Stadion Jatidiri, Sabtu (2/9) malam. Pelatih Bali United, Stefano Cuguru alias Teco menyalahkan wasit asal Purwakarta.
Laga PSIS Semarang vs Bali United berakhir dengan skor 2-1. PSIS Semarang membuka gol lewat sundulan Carlos Fortes pada menit '25 yang mengenai kaki gelandang Bali United, Mohammed Rashid.
Satu gol lagi diciptakan PSIS Semarang melalui tendangan dari samping Gali Freites pada menit ke-50 yang memperdaya Adilson Maringa.
Bali United hanya bisa membalas 1 gol pada menit ke-69 melalui Jefferson Assis.
Atas kekalahan ini, Pelatih Kepala Bali United, Stefano Cugurra alias Teco menyatakan, faktor keberuntungan yang membuat anak asuhnya kalah dari PSIS Semarang.
Menurut dia, gol pertama PSIS Semarang melalui sundulan Carlos Fortes karena bunuh diri Mohammed Rashid.
“Kami lebih dulu kebobolan karena faktor kurang beruntung ada bunuh diri dalam upaya menghalau bola sundulan," katanya.
Pada babak kedua, Teco mengatakan anak asuhnya sudah bekerja keras untuk membalas gol tersebut. Namun, justru dibobol lagi oleh Gali Freitas.
Teco menyatakan, seharusnya Bali United punya peluang gol lagi ketika Rashid jatuh di dalam kotak penalti. Dia menilai itu pelanggaran.
Baca Juga: Selain Teco, Sosok Asing Rp5,21 Miliar Ini Diminta Out Usai Bali United Takluk dari PSIS Semarang
Dia menyalahkan wasit yang menganggapnya berat sebelah dan condong kepada tuan rumah PSIS Semarang.
“Kami hanya mampu cetak satu gol dan ada satu pelanggaran di kotak penalti yang tidak diberikan oleh wasit malam ini,” katanya.
Sebagaimana diketahui, pertandingan PSIS Semarang vs Bali United dipimpin wasit Thoriq Alkatiri. Wasit berusia 34 tahun itu asal Purwakarta, Jawa Barat.
Wasit Thoriq Alkatiri juga yang memimpin saat laga Bali United vs Persik Kediri yang berakhir 1-1 pada pekan ke-7 Liga 1 musim ini.
Proses Rashid terjatuh di dalam kotak penalti bermula dari Jefferson Assis menusuk dari sisi kanan. Namun, bola terlepas dan dalam penguasaan pemain PSIS Semarang.
Akan tetapi, bola dioper ke pemain PSIS Semarang lainnya yang berada di depan gawang. Rashid dari belakang mencoba mencuri bola, namun malah terjatuh. Wasit pun menilai itu bukan pelanggaran. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Win Metawin Cerita Momen Nonton Piala Dunia di Fan Meeting Jakarta, Kini Ingin Bawa Keluarga ke Bali
-
Kemenpar Buka Suara soal Polemik Foto Baju Kurung di Situs Indonesia.travel
-
YouTube Ditegur Kemkomdigi: Promosi Rokok Elektronik di Live Streaming Merupakan Pelanggaran Serius
-
Bonceng Tiga dan Bawa Celurit, Tiga Pemuda Diduga Jambret Diciduk Polisi
-
Tumbuh Tanpa Kehilangan Akar: Desa Kemiren dan Jalan Panjang Merawat Budaya Osing
-
AMORA Special Offer dari BRI, Nasabah Bisa Raih Reward Tunai hingga 12 Persen
-
Sering Bangun Malam untuk Buang Air Kecil? Jangan Dianggap Wajar, Bisa Jadi Tanda Pembesaran Prostat
-
Bebas Telat Bayar dan Denda, BRI Hadirkan Fitur Tagihan Terjadwal di Aplikasi BRImo
-
Aktivasi BRImo Lewat InvestASIK Bisa Dapat Cashback, Simak Syarat dan Ketentuannya
-
Ketua Umum TP PKK Perkuat Program Sekolah Rakyat Lewat Bantuan untuk Siswa dan Guru di Biak Numfor