Suara Denpasar - Pertandingan Persija kontra Persib yang diselenggarakan di di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi, Sabtu (2/9) berakhir dengan ricuh.
Hal ini diakibatkan lantaran The Jakmania (penggemar Persija) meluapkan kekesalan dengan melempar botol kemasan air mineral ke arah lapangan. Kekesalan ini dipicu karena laga Persija vs Persib harus berakhir dengan imbang 1-1.
Buntut drama kerusuhan tersebut, Pemerintah Kota Bekasi akhirnya memutuskan untuk melarang pertandingan Persija vs Persib diselenggarakan di Bekasi.
“Untuk pertandingan yang berpotensi timbul kerusuhan tidak akan diizinkan kembali, seperti Persija vs Persib, Persebaya dan Arema,” kata Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Kota Bekasi, Ahmad Zarkasih seperti dilansir dari Metro.Suara.com pada Selasa (5/9/2023).
Kebijakan soal hukuman Persija kali ini pun ditanggapi beragam oleh warganet.
“Kebanggaan Ibukota yang terusir dari Ibukota. Semoga lekas membaik, yupsss,” tulis @im.puty di kolom komentar @gozipbola pada Selasa (05/09/2023).
“Terus harus ngungsi kemana lagi?” tambah @an_diansyah21
Di sisi lain, Ahmad Zarkasih menyebutkan bahwa beberapa laga Persija dengan klub lain yang masih dikategorikan aman masih diperbolehkan di Stadion Patriot Candrabhaga. Artinya, Persija tidak sepenuhnya terusir dari Bekasi.
“Masih (Persija tanding di Stadion Patriot), dan tentunya pengamanan lebih ketat,” tambahnya.
Sementara itu, kericuhan yang terjadi pada Sabtu sore kemarin ternyata memakan korban. Setidaknya, beberapa korban akhirnya langsung dibawa ambulan untuk perawatan lebih lanjut.
Selain Jakmania, petugas ternyata juga sempat mengamankan 5 orang yang diduga adalah Bobotoh (penggemar Persib). Hal ini lantaran mereka ada di tribun penonton saat diamankan.
Tidak hanya hukuman berupa pembatasan penggunaan stadion, Persija Jakarta juga terancam sanksi denda buntut dari kerusuhan dari para penggemar setianya ini. (*/Rizal)
Berita Terkait
-
Selain Rayhan Hannan, Persija Jakarta Resmi Lepas 6 Pemainnya ke Solo Usai Ditahan Imbang Persib
-
Persib Bandung Resmi Lepas Daisuke Sato Perkuat Timnas Filipina, Bobotoh Kira Orang Tasikmalaya
-
Gegara Sosok Ini The Jakmania Dibuat Khawatir Akan Posisi Thomas Doll di Persija Jakarta
-
Selain Punya Label Timnas, Pemain Asing Liga 2 Ini Punya Nilai Pasar Setara Striker Persebaya dan Persib Bandung
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Jaga Wilayah Kelola Adat, GEF-SGP Indonesia Buka Proposal Hibah ICCA-GSI Phase 2
-
Huawei Nova 15 Max Debut Usung Baterai 8.500 mAh dan Tombol Mirip iPhone
-
Ancaman Hantavirus! 3 Warga Kanada Dikarantina Usai Wabah Renggut 3 Nyawa di MV Hondius
-
Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Picu Kewaspadaan, 3 Penumpang Dilaporkan Meninggal
-
Full Daging, Menikmati Sensasi Bakso Autentik ala Cak Wawan di Kota Jambi
-
Dari Desa di Pulau Obi, Rumah Belajar Ini Jadi Ruang Bermain, Membaca, dan Menumbuhkan Harapan
-
Wawalkot Zakiyuddin Pamerkan Gedung Warenhuis yang Direvitalisasi Era Bobby Nasution ke Raffi Ahmad
-
Marc Klok Siap Balas Dukungan Bobotoh dengan Kemenangan atas Persija
-
Kasus Korupsi Haji Belum Rampung, Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang 30 Hari
-
Anggota BPK Haerul Saleh Tewas Terjebak Kebakaran di Rumahnya, Jenazah Dbawa ke RSUD Pasar Minggu