- GEF-SGP Indonesia membuka hibah ICCA-GSI Phase 2 untuk mendukung konservasi wilayah kelola masyarakat adat dan komunitas lokal.
- Program ini didukung UNDP dan pemerintah Jerman dengan pendaftaran proposal yang dibuka hingga tanggal 14 Mei 2026.
- Bantuan dana ditujukan bagi inisiatif pelestarian ekosistem di wilayah prioritas seperti Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Gorontalo, dan NTT.
Suara.com - Kerusakan lingkungan, hilangnya keanekaragaman hayati, hingga menyusutnya wilayah kelola masyarakat adat masih menjadi tantangan besar di berbagai daerah di Indonesia.
Di banyak wilayah, komunitas lokal kerap menghadapi keterbatasan dukungan untuk menjaga hutan, sumber air, dan ekosistem yang menjadi ruang hidup mereka.
Merespons kondisi tersebut, United Nations Development Programme (UNDP) atau lembaga pembangunan di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), membuka pendaftaran proposal ICCA-GSI Phase 2 bagi organisasi masyarakat sipil, komunitas adat, hingga kelompok masyarakat lokal di Indonesia.
Program ini dijalankan bersama mitra pelaksana Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF-SGP) Indonesia.
Program ini didukung Pemerintah Jerman melalui BMUV IKI dan berfokus pada perlindungan wilayah kelola masyarakat adat dan komunitas lokal atau Indigenous Peoples’ and Local Communities Conserved Territories and Areas (ICCAs).
Melalui program ini, masyarakat didorong mengembangkan inisiatif konservasi berbasis komunitas, seperti perlindungan biodiversitas, restorasi ekosistem, agroforestri, ekowisata berbasis masyarakat, hingga penguatan ekonomi hijau.
Pendaftaran dibuka hingga 14 Mei 2026 pukul 23.59 WIB. Wilayah prioritas program meliputi DAS Bodri di Jawa Tengah, DAS Balantieng di Sulawesi Selatan, Suaka Margasatwa Nantu di Gorontalo, serta Pulau Sabu Raijua di Nusa Tenggara Timur.
Calon pendaftar diwajibkan melengkapi dokumen seperti TOR, proposal program dan keuangan, timeline kegiatan, serta CV tim pengusul dalam Bahasa Indonesia atau Inggris.
Proposal dapat dikirim melalui email info@sgp-indonesia.org hingga batas akhir pendaftaran.
Baca Juga: Jaga Alam, Jaga Kehidupan: Festival Raksha Loka Dorong Aksi Kolektif Untuk Masa Depan Hijau
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
DPR Dukung Usulan Blacklist Pelaku Politik Uang di Revisi UU Pemilu
-
Viral! Akun Ini 'Ramal' Kemunculan Hantavirus di 2026 pada Juni 2022, Kok Bisa?
-
Persija Mengungsi ke Samarinda saat Lawan Persib, Milad GRIB Jaya di Senayan Dihadiri 20 Ribu Orang
-
Ancaman Hantavirus! 3 Warga Kanada Dikarantina Usai Wabah Renggut 3 Nyawa di MV Hondius
-
Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Picu Kewaspadaan, 3 Penumpang Dilaporkan Meninggal
-
Kasus Korupsi Haji Belum Rampung, Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang 30 Hari
-
Anggota BPK Haerul Saleh Tewas Terjebak Kebakaran di Rumahnya, Jenazah Dbawa ke RSUD Pasar Minggu
-
Bak Bumi dan Langit! Sepanjang 2025, Kasus Korupsi di Singapura Hanya 68, Indonesia 439
-
Terkejut Dengar Kabar Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran Rumah, Habiburokhman: Beliau Sahabat Saya
-
Sama-sama di KPK, Gus Yaqut Kirim Salam untuk Mensos Gus Ipul Sebelum Kembali ke Rutan