Suara Denpasar- Menjelang laga FIFA Matchday Timnas Indonesia vs Turkmenistan, netizen justru menyampaikan kekecewaannya kepada sosok Rp6,95 miliar ini.
Hal ini, lantaran netizen menilai anak asuh Shin Tae Yong di Timnas Indonesia itu lebih mementingkan klub.
“Kecewa lebih mementingkan klub daripada Timnas,” tulis @jowan896 di kolom komentar akun Instagram pemain senilai Rp6,95 miliar itu.
“Kecewa, pindah aja ke Beand sono, maunya main di pertandingan besar aja,” lanjut @mhd_syahfindra.
“Kalau punya nasionalisme tinggi pasti datang di pertandingan FIFA matchday,” sahut @coach_online6.
“Tiap dipanggil pasti ada aja, ternyata berharap itu (emoticon sedih) harus ditambahin ini pemain diaspora pak,” tulis @osvaldorois.
Dikutip melalui transfermarkt.co.id, pemain senilai Rp6,95 miliar yang dimaksud dalam artikel ini adalah Shayne Pattynama.
Netizen mengungkapkan kekecewaannya terhadap pemain Viking FK, klub yang berbasis di Norwegia lantaran gagal memperkuat Timnas Indonesia senior.
Sebelumnya pemain naturalisasi asal Belanda itu diinformasikan kemungkinan besar tidak akan memperkuat Timnas Indonesia dalam FIFA Matchday menghadapi Turkmenistan pada, Jumat (8/9/2023) mendatang meski namanya masuk dalam 24 daftar pemain yang dipanggil Shin Tae Yong.
Informasi terkait pemain berusia 25 tahun itu batal memperkuat Timnas Indonesia diketahui dari rilis di akun resmi PSSI yakni pssi.org. Dimana Shin Tae Yong menyebut ada 4 nama yang diragukan untuk bermain diantaranya Shayne Pattynama, Yakob Sayuri, Yance Sayuri, dan Dimas Drajad.
Bukan tanpa alasan, Shayne batal memperkuat Timnas karena diketahui mengalami cedera ketika membela klubnya.
"Shayne, Yacob, Yance, dan Dimas empat orang ini cedera di liga, jadi kemungkinan besar absen pertandingan tanggal 8 September," katanya dikutip tim Suara Denpasar, Selasa (5/9/2023).
Dengan hal itu, Shin Tae Yong pun memutuskan untuk memanggil 3 pemain penggantinya, mereka didatangkan dari Timnas Indonesia U-23 yang mana saat ini diketahui menjalani pemusatan latihan di Solo dalam persiapan Kualifikasi Grup K Piala Asia U-23 2024. Pemain yang dimaksud adalah Alfeandra Dewangga, Donny dan Dzaky. (*/Dinda)
Tag
Berita Terkait
-
Di Luar Kendali, Shin Tae Yong Terpaksa Coret 4 Pemain Timnas Indonesia vs Turkmenistan
-
Berkat Tangan Dingin Aji Santoso di Persebaya? Sosok Eks Liga 2 Kini Jadi Pemain Kunci Shin Tae yong di Timnas Indonesia
-
Susul Asnawi Mangkualam, Pemain Andalan PSIS Semarang Ini Dijadwalkan Merapat ke Timnas Indonesia vs Turkmenistan
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Mau Gelar Scudetto, Haram Buat Pemain Inter Milan Salahkan Wasit Kalau Kalah
-
Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran
-
Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil
-
Demi Tiket Piala Dunia 2026, Gennaro Gattuso: Pemain Dilarang Lembek, Berjuang Mati-matian
-
Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa
-
Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius
-
Viral Polisi Ditantang Duel Remaja di Blitar saat Sita Petasan Siap Meledak, Ini Kronologinya
-
Sinopsis Project Hail Mary, Misi Ryan Gosling Selamatkan Bumi dari Kepunahan
-
Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa
-
Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?