/
Selasa, 05 September 2023 | 17:18 WIB
Anies Baswedan Bicara soal Cak Imin dan Dituding Khianati Prabowo

Suara Denpasar - Pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar atau biasa disapa Cak Imin akhirnya mengungkap beberapa misteri terkait penentuan mereka berpasangan dalam Pilpres 2024 nanti.

Hal tersebut terungkap dalam kanal Youtube@Mata Najwa "Eksklusif: Blak-blakan Anies-Muhaimin" yang dikutip denpasar.suara.com, Selasa 5 September 2023.

Anies menjelaskan bahwa dalam penentuan Cak Imin sebagai bakal calon wakil presiden. Antara kubu Demokrat dan NasDem memang tidak ada titik temu.

Perbedaan tersebut sudah terlihat sejak Senin, 28 Agustus 2023 dan puncaknya pada Selasa, 29 Agustus 2023.

Hal ini tentu tak lepas dari ngototnya Partai Demokrat yang menginginkan Ketua Umumnya, yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai calon wakil presiden yang akan mendampingi Anies sebagai calon presiden.

Di sisi lain, NasDem kata dia bukannya menolak. Namun, meminta untuk deklarasi yang sedianya tanggal 3 September 2023 atas permintaan Partai Demokrat tidak dilangsungkan dulu. Sebab, masih menunggu detik-detik akhir penentuan nanti.

Mungkin saja ada calon wakil presiden yang lebih pas untuk mendampingi Anies Baswedan. Meski tidak menolak, pihak NasDem juga tidak melarang Partai Demokrat keluar dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan.

"Sampai gebrak-gebrak meja," begitu jelasnya soal panasnya pertemuan Tim 8 yang mewakili semua partai di koalissi. “Sebenarnya saya tidak ingin menanggapi secara detail ini semua. Saya sangat hormat kepada pak SBY," sebutnya.

Bukan hanya itu, Anies Baswedan juga meluruskan soal tudingannya yang dinilai berkhianat terhadap Prabowo Subianto.

Baca Juga: Luka Tak Berdarah! Berikut Isi 'Surat Cinta' Anies Baswedan untuk AHY yang Sungguh Romantis

Persepsi itu muncul berdasar pernyataan dirinya saat menjadi Gubernur DKI. Di mana, dia menyatakan tidak akan maju Pilpres jika Prabowo maju.

Dia menggarisbawahi, itu terjadi pada Pilpres 2019 dan buktinya memang dirinya tidak maju dan fokus membangun DKI Jakarta. Di mana, Prabowo kala itu juga sempat memintanya untuk menjadi calon wakil presiden.

"Saya tidak ingin menjadi orang yang mengkhianati Pak Prabowo. Saya tegaskan, saya tidak akan melakukan intersep atau memotong pencapresan Pak Prabowo. Saya berjanji akan menyelesaikan tugas lima tahun di Jakarta,” tandanya.

Namun, pernyataan tersebut dibawa-bawa hingga saat dirinya menjadi calon presiden dari Nasdem. "Jadi saya katakan, saya tidak akan meng-intersep pencalonan bapak (Prabowo) tahun 2019. Itu sudah kami tunaikan. Jadi tidak ada yang dikhianati,” tukasnya.

Load More