Suara Denpasar - Harapan Timnas Indonesia untuk diperkuat oleh pemain keturunan, Tijjani Reijnders, telah resmi pupus.
Gelandang dengan yang baru saja direkrut oleh AC Milan ini baru-baru ini melakoni debutnya bersama Timnas Belanda, memastikan bahwa ia akan memilih untuk mewakili negara asalnya, Belanda.
Menurut informasi dari Suara.com, Kehadiran Tijjani Reijnders, dalam skuad Timnas Belanda bukan hanya sekedar pemanggilan biasa untuk Kualifikasi Piala Eropa 2024.
Hal ini juga menandakan bahwa pemain bernilai Rp234 miliar ini telah memutuskan untuk tidak lagi menjadi bagian dari Timnas Indonesia sebagai pemain keturunan.
"Saya sangat senang bermain dengan baju ini. Oranje fans, akhirnya saya melakukan debut dengan tim nasional (Belanda)!” dikutip dari akun Instagram @onsoranje (8/9/2023).
Sebelumnya, Tijjani Reijnders telah bermain untuk Timnas Belanda dalam kategori usia muda. Namun, penampilannya yang mengesankan dalam kualifikasi Piala Eropa 2024 pada tanggal 8 September 2023.
Ketika ia masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-65 menggantikan Marten de Roon, secara resmi menandai debutnya bersama Timnas senior Belanda. Pertandingan itu berakhir dengan kemenangan telak 3-0 untuk Belanda atas Yunani.
Meskipun Tijjani Reijnders tidak berhasil memberikan assist atau mencetak gol dalam pertandingan tersebut, 30 menit yang dimainkan adalah pencapaian yang mengesankan dan mewujudkan mimpi pribadinya untuk bermain bersama Timnas Belanda.
Keputusan Tijjani Reijnders untuk memilih Timnas Belanda atas Timnas Indonesia telah diketahui sebelumnya, ketika ia menolak tawaran naturalisasi sebagai Warga Negara Indonesia (WNI).
Dilansir dari Yoursay, Hasani Abdulgani, mantan anggota Eksekutif PSSI, mengumumkan keputusannya ini melalui akun Instagram pribadinya, @hasaniabdulgani. Menurutnya, sang pemain tidak memiliki niat untuk membela Timnas Indonesia.
Pengumuman penolakan Tijjani Reijnders untuk menjadi WNI sangat mengecewakan banyak netizen Indonesia.
Kabarnya, penolakan ini didasari oleh keputusan orang tuanya yang merasa sang putra masih muda dan memiliki masa depan panjang sebagai pesepakbola, sehingga mereka tidak memberikan izin untuk mengambil kewarganegaraan Indonesia.
Tijjani Reijnders, meskipun memiliki darah Indonesia melalui ibunya yang berasal dari Maluku, memiliki ayah yang merupakan mantan pesepakbola asal Belanda.
Keputusannya untuk memilih Timnas Belanda merupakan pilihan pribadi yang diambilnya, dan ini mengakhiri harapan Timnas Indonesia untuk memiliki kontribusi dari pemain berbakat ini.
Meski begitu, Tijjani Reijnders tetap menjadi sorotan dalam dunia sepak bola internasional, terutama setelah bergabung dengan salah satu klub papan atas, AC Milan.(*/Ana AP)
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung