Suara Denpasar- Sejumlah mantan pemain PSIS Semarang terpantau masih menjadi pengangguran alias tanpa klub hingga saat ini. Namun salah satunya sempat diminta netizen untuk memperkuat Persela Lamongan.
Eks PSIS Semarang yang dimaksud dalam artikel ini juga terpatau nilai pasarannya kini telah merosot dari sebelumnya.
Bersama PSIS Semarang, pemain yang kini memiliki nilai pasaran Rp1,30 miliar itu pernah menjadi pemain andalan bagi Laskar Mahesa Jenar serta idola Panser Biru & Snex.
Berstatus tanpa klub, mantan skuad PSIS Semarang itu pun sempat diminta untuk memperkuat Persela Lamongan. Hal itu lantaran sang pemain pernah memperkuat Persela Lamongan pada musim 2017/2018 silam. Permintaan netizen itu dilihat dari kolom komentar akun Instagram pribadi sang pemain.
“Comeback to Persela capt,” tulis @fendi_bastyan6.
“Comeback Persela,” tulis @mujib_fafariah.
“Comeback capt @perselafc need you,” lanjut akun lainnya.
Mantan pemain PSIS Semarang yang dimaksud dalam artikel ini adalah Wallace Costa. Dimana pemain asal Brasil ini sebelumnya dicoret PSIS Semarang ketika memasuki kompetisi Liga 12022/2023 lalu.
Padahal saat itu, pemain yang nilai pasarnya sempat mencapai Rp2,61 miliar itu masih terkait kontrak dengan PSIS Semarang.
Lepas dari klub berjuluk Mahesa Jenar tersebut, Wallace Costa melalui akun Instagram pribadinya kerap mengunggah kenangannya ketika masih berseragam PSIS Semarang. (Rizal/*)
Berita Terkait
-
Eksperimen Gila Gilbert Agius Usai Wonderkid PSIS Semarang Absen, Eks Persebaya Surabaya Dapat Posisi Baru?
-
Persija di Bawah Persib, Kalah Jauh dengan PSIS dan Persebaya, Manajemen sampai Datangi Pemain saat Latihan
-
PSIS Semarang Akhirnya Lepas Kiper Terbaiknya, Panser Biru Ramai Kirim Support
-
Sukses Pikat Hati Panser Biru, Pemain Rp1,3 Milyar PSIS Semarang Ini Disebut Akan Dipinjamkan ke Liga 2
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026