Suara Denpasar - Banyak masyarakat menganggap jika dengan mematikan AC ketika mengendarai mobil justru dapat meningkatkan tenaga. Mitos atau fakta?
Mematikan AC diketahui dapat mengurangi beban mesin yang dihasilkan, tapi tidak selalu dapat meningkatkan kinerja mobil yang digunakan.
Dikutip dari Mobimoto.com pada Rabu (20/9) ada berbagai faktor yang harus diperhatikan, seperti keadaan cuaca, kecepatan berkendara, dan jenis mobil yang digunakan.
Ketika cuaca panas, Anda perlu mematikan AC yang dapat membuat kabin mobil akan berubah menjadi sangat panas yang tentunya tidak nyaman untuk digunakan. Hal tersebut dapat mengganggu konsentrasi dari pengendara mobil ataupun penumpang.
Selain itu, jika kamu membuka jendela dapat mendinginkan kabin, hal tersebut dapat menimbulkan adanya memperlambat udara yang dapat mengurangi efisiensi penggunaan bahan bakar.
Dengan menggunakan kecepatan rendah, mematikan AC dapat menghemat bahan bakar yang dihasilkan dan menambah tenaga kendaraan sedikit. Tetapi, dengan menggunakan kecepatan tinggi, terdapat perbedaan yang tidak signifikan.
Jika mobil mempunyai sistem start-stop, maka AC secara otomatis akan mengalami mati ketika mobil dalam keadaan berhenti di lampu merah ataupun ketika tengah macet.
Hal tersebut dapat membantu dalam penghematan bahan bakar tanpa menurunkan kenyamanan yang ditimbulkannya. AC mobil yang dimatikan ternyata memiliki pengaruh dengan jenis mobil yang Anda gunakan.
Mobil modern dikenal mempunyai sistem manajemen mesin dengan kecanggihan dan efisien. Dengan kamu mematikan AC tidak memberikan perbedaan pada tenaga maupun bahan bakar yang dikonsumsi.
Mobil lama yang memiliki mesin kecil, mematikan AC dapat memberikan pengaruh yang signifikan.
Maka yang perlu Anda lakukan yaitu menjaga keseimbangan yang terjadi pada mobil Anda supaya tercipta kenyamanan dalam berkendara dan efisiensi ketika menggunakan mobil tersebut.(*/Ana AP)
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Tragedi Tolikara, DPR Desak Pemerintah Jamin Nyawa Warga Sipil di Papua
-
Persib Bandung vs Persija, Igor Tolic: Bukan Soal Bermain Indah, Tapi Menang!
-
DPR Mulai Terlibat, Purbaya Ungkap Nasib Independensi BI di UU P2SK Terbaru
-
John Herdman Ultimatum Timnas Indonesia: Lupakan Vietnam, Singapura Jadi Penentu Nasib
-
Tak Sekadar Salurkan Pembiayaan, BSI Bangun Ekosistem UMKM Nasional Bersama Danantara
-
Masker Viva Bengkuang Dipakai Berapa Kali? Ini Anjuran dan Review Pembeli
-
Polda Kalsel Gagalkan Penyelundupan 32 Kg Sabu Jaringan Fredy Pratama
-
Siapa Pencipta Lagu Honk! No Na? Ini Sosok di Balik Lirik Om Telolet Om dan Angkot yang Viral
-
Cikole dan Cibeureum Sarang Pengungkapan Narkoba, 43 Tersangka Diciduk Polres Sukabumi
-
Purbaya Ngamuk! Sindir Ekonom Asing: Mereka Salah, Saya Pintar!