/
Rabu, 27 September 2023 | 18:50 WIB
Pengunjung Kedai Kopi M. Aboe Talib di jalan Kecubung Denpasar

Suara Denpasar - Dari sekian banyak tempat kopi di Kota Denpasar, M. Aboe Talib menjadi salah satu tempat kopi yang menjadi buruan para penikmat kopi. 

Selain memiliki menu yang khusus yaitu kopi saring, Kedai Kopi M. Aboe Talib juga memiliki sejarah yang panjang karena didirikan sebelum kemerdekaan Indonesia.

Berdasarkan sejarahnya, Kedai Kopi M. Aboe Talib didirikan oleh seorang bernama Mas Aboe Talib. Mas Aboe Talib lahir dari pernikahan Ki Mas Soehoed seorang pria asal Blora, Jawa Tengah yang menikah dengan seorang perempuan asal Bali yang berasal dari Munggu, Mengwi, Badung.

Pada tahun 1940 Mas Aboe Talib mendirikan Kedai Kopi M. Aboe Talib di jalan Gajah Mada, Tabanan, Bali. Kemudian diteruskan oleh putranya yang ketiga yaitu Mas Soepomo dan diteruskan lagi oleh Bagus Tri Waluyo, cucu Mas Aboe Talib hingga saat ini.

Selain di Tabanan, Saat ini Kedai Kopi M. Aboe Talib dikembangkan oleh Bagus Tri Waluyo dengan membuka di beberapa tempat di Tabanan dan Denpasar. 

Di Tabanan Kedai Kopi M. Aboe Talib ada dua tempat. Yaitu di Jalan Ngurah Rai Kediri, dan Jalan Gajah Mada, Kediri Tabanan. 

Sementara di Denpasar ada tiga tempat. Yaitu di Teuku Umar, Sanur dan Kecubung. Semuanya berada di daerah strategis. Bahkan Kedai Kopi M. Aboe Talib yang di Jalan Kecubung jaraknya hanya 1,5 KM dari Kantor Walikota Denpasar. 

Menu yang ditawarkan di semua Kedai Kopi M. Aboe Talib cukup beragam. Selain menu khas yaitu kopi saring, ada juga jenis minuman non kopi dengan berbagai varian rasa. 

Sementara menu makanan disajikan dalam berbagai macam makanan berat dan ringan. Ada juga pisang bakar yang sangat tradisional. 

Baca Juga: Didepak PSIS Semarang, Hari Nur Yulianto Siap Susul Eks Persib Bandung jadi Top Skor di Liga 2, Intip Statistiknya

Harga semua makan dan minuman itu terbilang sangat murah. Dari harga Rp. 3000 sampai yang paling mahal yaitu menu paket makanan berat plus es teh seharga Rp. 23.000.

Kedai dengan umur 83 tahun itu hampir tidak pernah sepi pengunjung. Tidak hanya pecinta kopi dari warga lokal, turis asing pun tak jarang dijumpai di Kedai Kopi M. Aboe Talib. 

Kedai M. Aboe Talib dibuka dari pukul 08.00 WITA sampai pukul 23.00 WITA. (Rizal/*)

Load More