Suara Denpasar - Dari sekian banyak tempat kopi di Kota Denpasar, M. Aboe Talib menjadi salah satu tempat kopi yang menjadi buruan para penikmat kopi.
Selain memiliki menu yang khusus yaitu kopi saring, Kedai Kopi M. Aboe Talib juga memiliki sejarah yang panjang karena didirikan sebelum kemerdekaan Indonesia.
Berdasarkan sejarahnya, Kedai Kopi M. Aboe Talib didirikan oleh seorang bernama Mas Aboe Talib. Mas Aboe Talib lahir dari pernikahan Ki Mas Soehoed seorang pria asal Blora, Jawa Tengah yang menikah dengan seorang perempuan asal Bali yang berasal dari Munggu, Mengwi, Badung.
Pada tahun 1940 Mas Aboe Talib mendirikan Kedai Kopi M. Aboe Talib di jalan Gajah Mada, Tabanan, Bali. Kemudian diteruskan oleh putranya yang ketiga yaitu Mas Soepomo dan diteruskan lagi oleh Bagus Tri Waluyo, cucu Mas Aboe Talib hingga saat ini.
Selain di Tabanan, Saat ini Kedai Kopi M. Aboe Talib dikembangkan oleh Bagus Tri Waluyo dengan membuka di beberapa tempat di Tabanan dan Denpasar.
Di Tabanan Kedai Kopi M. Aboe Talib ada dua tempat. Yaitu di Jalan Ngurah Rai Kediri, dan Jalan Gajah Mada, Kediri Tabanan.
Sementara di Denpasar ada tiga tempat. Yaitu di Teuku Umar, Sanur dan Kecubung. Semuanya berada di daerah strategis. Bahkan Kedai Kopi M. Aboe Talib yang di Jalan Kecubung jaraknya hanya 1,5 KM dari Kantor Walikota Denpasar.
Menu yang ditawarkan di semua Kedai Kopi M. Aboe Talib cukup beragam. Selain menu khas yaitu kopi saring, ada juga jenis minuman non kopi dengan berbagai varian rasa.
Sementara menu makanan disajikan dalam berbagai macam makanan berat dan ringan. Ada juga pisang bakar yang sangat tradisional.
Harga semua makan dan minuman itu terbilang sangat murah. Dari harga Rp. 3000 sampai yang paling mahal yaitu menu paket makanan berat plus es teh seharga Rp. 23.000.
Kedai dengan umur 83 tahun itu hampir tidak pernah sepi pengunjung. Tidak hanya pecinta kopi dari warga lokal, turis asing pun tak jarang dijumpai di Kedai Kopi M. Aboe Talib.
Kedai M. Aboe Talib dibuka dari pukul 08.00 WITA sampai pukul 23.00 WITA. (Rizal/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 25 Juni 2026 di Medan
-
Sengketa Pengawalan Truk CPO Berujung Bentrok Bersenjata, Ada Apa di Muara Lakitan?
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Pensiun, Apa Itu? Lionel Messi: Saya Mau Main di Piala Dunia 2030
-
Kita Bikin Romantis! Ucapan Antonela untuk Messi di Usia 39: Kami Punya Segalanya Karena Kamu
-
Mengapa Dodi Reza Dipanggil Kejati? Fakta Baru Kasus Sungai Lalan Mulai Terungkap
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Berapa Harga iPad Paling Murah 2026? Desain Premium, Paling Worth It Dibeli
-
Vino G Bastian, Sigi Wimala, dan Rudi Soedjarwo Bicara Arti Kasih Sayang di Film Tanah Runtuh