Suara Denpasar – Upacara Aci Tabuh Rah Pangangon atau disebut juga Siat Tipat Bantal merupakan salah satu ritual menarik yang terus dilestarikan oleh Desa Adat Kapal, Mengwi, Badung hingga saat ini.
Dilansir dari laman kemdikbud.go Upacara Siat Tipat Bantal atau yang dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai Perang Tipat, merupakan bagian dari prosesi ritual keagamaan yang masih diselenggarakan secara turun-temurun oleh masyarakat Desa Adat Kapal sampai saat ini.
Upacara ini biasanya dilakukan setiap tahun berdasarkan perhitungan kalender Bali, yakni bertepatan dengan hari Purnama Kapat yang jatuh pada bulan September-November.
Upacara Perang Tipat ini dilakukan sebagai wujud rasa syukur kehadapan Tuhan Yang Maha Esa atas berkah-Nya dalam memberikan kesejahteraan, keberhasilan panen, tercapainya pengairan pertanian, terhindarnya dari bencana dan lain-lain.
Upacara ini pun juga diikuti dengan serangkaian acara lain seperti peed (iring-iringan) dari banjar desa setempat, pertunjukan tari-tarian, dan yang lainnya.
Sebelum dimulainya Perang Tipat ini, masyarakat akan melakukan persembahyangan terlebih dahulu yang biasanya dipimpin oleh pemangku setempat.
Setelah usai melakukan persembahyangan, masyarakat khususnya para laki-laki yang ikut berpartisipasi dalam Perang Tipat ini akan melepas bajunya lalu membentuk dua kelompok yang saling berhadapan.
Di depan kedua kelompok itu telah disiapkan tipat (ketupat) yang terbuat dari daun kelapa muda, serta ada disiapkan pula jajan bantal (jajanan khas Bali) yang akan digunakan dalam Perang Tipat nanti.
Setelah mendapatkan aba-aba untuk memulai upara Perang Tipat ini, para peserta langsung saling melempar tipat dan juga jajan bantal yang telah mereka pegang ke kelompok lawan.
Baca Juga: Berjarak 3 Km dari Lapangan Puputan Badung, Inilah 5 Tempat Bersejarah Unik
Diketahui bahwa tipat sendiri merupakan lambang perempuan dan bantal merupakan lambang laki-laki.
Maka dari itu perang Tipat Bantal ini dimaknai dengan pertemuan antara laki-laki dan perempuan yang ketika bertemu akan melahirkan sebuah kehidupan. (*/Ana AP)
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan
-
Perempuan Belanda Ini Kritik Pedas Pemain Keturunan Indonesia, Ada Apa?
-
Dari Paskibraka hingga Penerjun, Prabowo Jamu Petugas Upacara HUT RI di Hambalang
-
PHR Zona 4 Perkuat Budaya HSSE, Keselamatan Kerja Jadi Prioritas Operasi Hulu Migas
-
Bukan Klaim! KPK Punya Bukti Kerugian Negara Rp622 Miliar di Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Tak Hanya Muara Enim! KPK Temukan Pola Lobi BPK Demi WTP di PALI dan Empat Lawang
-
Kuota Internet Tak Lagi Hangus, Siapa yang Harus Menanggung Beban Biaya dan Kapasitas Jaringan?
-
Senjata Canggih Tak Cukup Jaga Kedaulatan RI! Ada 3 Hal yang Wajib Diperkuat Prabowo
-
Pelabuhan Diminta Seaman Bandara, DPR Dorong Pemisahan Kapal Barang dan Penumpang