Suara Denpasar - Dua kali, Rasmus Hojlund, pemain timnas Denmark itu berhasil membuat tim asuhan Erik ten Hag memimpin laga.
Namun tiga gol dari tim tamu memastikan Manchester United kalah dalam pertandingan Liga Champions kedua kami musim ini.
Pada pertandingan itu Casemiro dikeluarkan dari lapangan karena akumulasi dua kartu kuning sebelum gol penentu kemenangan Galatasaray.
Menyusul kekalahan MU lagi, Hojlund mendesak agar rekan satu timnya untuk tetap kompak demi bisa kembali ke jalur kemenangan.
“Yang perlu kami ingat adalah kami tidak boleh [kebobolan] gol setelah kami mencetak gol,” katanya seusai laga, dilansir dari manutd.com.
“Kami [melalui] beberapa pertandingan sekarang di mana lawan hanya mencetak gol, setelah kami mencetak gol," tambahnya.
“Jadi hari ini kami ingin pulang dan menganalisanya besok dan membicarakannya di grup. Dan tentu saja, ini adalah masa yang sulit sekarang, tapi kami harus tetap bersatu dan itulah satu-satunya cara kami bisa keluar dari masa sulit ini.”
Gol pertama Hojlund membuat skuad Erik Ten Hag unggul pada menit ke-17. Sang striker datang untuk menyambut umpan silang keras Marcus Rashford dengan sundulan.
“Bagi saya, ini soal bagaimana saya menemukan posisi yang tepat,” kata Rasmus tentang gol pertamanya.
Baca Juga: Rating Pemain Manchester United di Laga Melawan Galatasaray: Hojlund Bersinar, Onana Kembali Blunder
“Saya selalu berusaha mencari posisi yang mengancam [gawang lawan]."
"Saya selalu merasa haus untuk mencetak gol dan sekarang saya senang karena saya berhasil membuat dua gol lagi hari ini," sambungnya.
Saat ditanya soal Rashford yang memberikan assist, Hojlund berkomentar:
"Jika kita berbicara tentang Marcus, ia [sekarang] tahu bahwa saya bisa mengimbangi kecepatannya ketika kami melakukan serangan balik, dan kita bisa melihatnya sekilas hari ini.”
Sementara proses gol kedua Hojlund dimulai dengan lari yang cepat dan finishing yang tenang. Menurut sang striker muda, gol itu adalah sesuatu yang menggambarkan ciri khasnya sebagai seorang striker. Bisa dibilang gol kedua tersebut menggambarkan kecepatan dan ketenangannya di lini depan.
“Ya, itu perasaan yang sangat menyenangkan,” kata pemain berusia 20 tahun itu.
"Itu adalah gol yang luar biasa. Saya suka menyebutnya sebagai gol khas Rasmus, yakni dengan berlari kencang dari sisi kiri."
Kekalahan Manchester United pada laga tersebut di posisi juru kunci grup A Liga Champions. (*/Ana AP)
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia U-19 vs Australia, Mathew Baker Langsung Starter
-
MBG Masuk Daerah 3T, PU Telah Bangun 22 SPPG
-
4 Alasan Kuat Menunggu Vario 160 Teranyar 2026, Bedah Spesifikasi Mesin eSP+ dan Prediksi Desainnya
-
Langganan Folaplay dan MAXStream TV Bayar Berapa? Streaming Resmi Piala Dunia 2026
-
Polisi Buru Pelaku Utama Pendorong Pria hingga Tewas dari Lantai Dua Tempat Biliar
-
Tak Hanya untuk Investasi, Aset Kripto Bisa Penuhi Gaya Hidup
-
Timnas Jerman Biayai 600 Suporter ke Stadion Piala Dunia 2026
-
Pengeroyok Dico di Biliar Grogol Diciduk! Dua Pelaku Ternyata Masih Bocah di Bawah Umur
-
Review Teach You a Lesson: Keadilan Datang dengan Cara yang Tidak Biasa
-
Pekanbaru Hadirkan Parkir Gratis selama 3 Hari: Mal hingga Rumah Sakit