Suara Denpasar - Wiljan Pluim menjadi perbincangan di berbagai media sosial usai ramai isu didepak dari PSM Makassar oleh Aksa Mahmud, pendiri Bosowa Group.
Seperti diketahui, Bosowa Group merupakan sponsor sekaligus pemegang saham terbesar PSM Makassar. Dilansir dari Moots.suara Aksa Mahmud selaku pendiri meminta kepada manajemen untuk mencoret Wiljan Pluim karena dinilai sudah tua.
Pernyataan Aksa Mahmud sontak menimbulkan reaksi keras dari netizen di berbagai media sosial. Pasalnya, Wiljan Pluim merupakan pemain asing yang telah lama membela PSM Makassar.
Selain itu, pemain asing berusia 34 tahun ini berhasil membawa PSM Makassar meraih gelar juara BRI Liga 1 2022-2023 lalu.
Tak hanya itu, Wiljan Pluim menjadi salah satu pemain yang paling lama membela PSM Makassar sejak tahun 2016 lalu.
Melansir dari Transfermarkt, Wiljan Pluim hanya membela PSM Makassar dan tidak pernah menerima tawaran dari klub lain hingga saat ini.
Pada BRI Liga 1 2023-2024, Wiljan Pluim hanya tampil sebanyak 9 kali dan telah mengoleksi 1 gol dan 2 assist.
Meskipun begitu, pemain asing asal Belanda ini memiliki umpan-umpan terukur yang bisa menyulitkan pertahanan lawan.
Sementara itu, melansir dari akun fanbase @garagarabola_ di akun twitter, ramai membahas mengenai hengkangnya Wiljan Pluim.
Baca Juga: Bekuk PSM Makassar 0-2, Madura United Bertengger di Runner-Up Klasemen Liga 1
"PSM Makassar dikabarkan akan berpisah dengan Wiljan Pluim di BRI Liga 1 untuk putaran kedua musim 2023/2024," tulis akun tersebut.
Unggahan tersebut membuat banyak netizen terkejut dan tak menyangka jika Wiljan Pluim dipecat PSM Makassar.
"Perpisahan yang ngga baik2 saja dan harusnya kya gini yg ngomonf board PSM bukan CEO dari sponsor club," tulis akun @MuhammadGitari.
"Mending ke liga Belanda aja lagi. Percuma udah setia ke tim. Tapi gajih telat melulu." tulis akun @Ilman_Nafia18.
Hingga saat ini, belum diketahui Wiljan Pluim akan berlabuh pada klub mana. Namun ia santer dikabarkan akan pulang kembali ke Belanda. Menarik dinantikan. (*/Ana AP)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!