Suara Denpasar - Media Australia, The Sydney Morning Herald menyebutkan tidak perlu mengajak Indonesia untuk bidding tuan rumah Piala Dunia 2034.
Hal ini mengingat berbagai tragedi yang terjadi di Indonesia, salah satunya adalah tragedi kanjuruhan.
Tragedi Kanjuruhan terjadi saat pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya yang berlangsung ricuh dan berakhir dengan 135 orang meninggal dunia.
Dilansir dari smh.com.au, berikut ini adalah pernyataan media australia yang melarang Indonesia ikut bidding Piala Dunia 2034.
Media Australia menyebutkan ada tiga negara yang akan ditawarkan untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034 yaitu Australia, Indonesia, dan Selandia Baru.
Jika mengingat ada sebuah kontroversi seputar keterlibatan Israel di Piala Dunia U-20 putra, di mana para pengunjuk rasa meminta FIFA untuk mencabut hak tuan rumah Indonesia.
Tidak hanya para penggemar sepakbola, nama baik Indonesia juga telah tercoreng oleh korupsi hingga campur tangan politik.
Pada Piala Dunia 2026 akan digelar oleh Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko yang akan menghadirkan 104 pertandingan di 12 grup dan 16 kota tuan rumah.
Australia menyarankan agar tidak perlu mengajak Indonesia, solusinya ada di Singapura dan Malaysia.
Baca Juga: Timnas Indonesia Kedatangan Pemain Naturalisasi Baru Setelah Jay Idzes? Begini Jawaban Exco PSSI
Singapura memiliki Singapore National Stadium dengan maksimal 55.000 kursi di Singapura.
Sedangkan Malaysia memiliki berbagai stadion seperti Bukit Jalil National Stadium dengan 87.411 kursi di Kuala Lumpur.
Ada juga New Shah Alam Stadium dengan 40.000 kursi di Shah Alam, Selangor.
Stadium Sultan Mizan Zainal Abidin berlokasi di Kuala Nerus, Terengganu dengan 50.000 kursi.
Sultan Ibrahim Stadium di Iskandar Puteri, Johor dengan 40.000 kursi.
Sarawak Stadium di Kuching, Sarawak dengan 40.000 kursi, Tuanku Abdul Rahman Stadium dengan 45.000 kursi di Paroi, Negeri Sembilan, dan Perak Stadium dengan 42.500 kursi.
Dilansir dari Instagram @liga1transfer, berikut adalah respon netizen terkait keikutsertaan Indonesia di Piala Dunia 2034.
“Lah kita mau ikutan pildun 2034 via jalur prestasi bukan jalur zonasi..hahaa,” tulis akun @heru_khawarizmi.
“Enak nih silaturahmi ke sosmed Australia,” tulis akun @taufq_3.(Rizal/*)
Berita Terkait
-
Calon Pemain Naturalisasi Berdarah Semarang Seharga Rp8,69 Miliar Asal Swansea City Siap Bela Timnas Indonesia, Dikonfirmasi Shin Tae Yong
-
Begini Pesan Pratama Arhan, Elkan Baggot, dan Rafael Struick untuk Pemain Timnas Indonesia U-17 pada Laga Piala Dunia 2023
-
Terpantau Sudah Tiba di Indonesia Jelang Kualifikasi Piala Dunia, Kapten Timnas Asnawi Mangkualam Langsung Temui Pratama Arhan
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Tinggalkan Kesan Murah, Begini Wujud Baru Honda BeAT Terbaru dengan Emblem Silver dan Warna Matte
-
Tiba-tiba Bersikap Aneh di Air Terjun Sembilan Putri: Remaja Pringsewu Ditemukan Hipotermia
-
Konsep Baru Transmigrasi, Mentrans Dorong Apartemen dan Rumah Susun untuk Pendatang
-
Cara Cek NIK KTP Apakah Terdaftar Bansos Kemensos atau Tidak
-
5 Zodiak yang Diprediksi Beruntung Akhir Juni 2026, Rezeki Makin Melimpah
-
Laga Argentina vs Yordania: Saat Magis Lionel Messi Diuji Tembok Rapat 5 Bek
-
Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal
-
Bank Sumsel Babel Pacu Digitalisasi Keuangan Daerah, Banyuasin Percepat Implementasi KKPD
-
Di Tengah Ramai Desakan Tes Urine, Prima Salam Kembali Muncul di Acara Gerindra
-
Rp160 Miliar Diduga Tak Pernah Masuk Kas Daerah, Aktor Utama Korupsi Sungai Lalan Dibidik