Suara Denpasar - Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Bali berhasil mengungkap penangkapan penyu hijau yang merupakan salah satu satwa dilindungi.
Kabid Humas Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan S.I.K., M.H., menyampaikan penangkapan terhadap pelaku yang telah berani mengangkut, menyimpan, dan memiliki penyu hijau itu dilakukan pada Selasa, (17/10/2023) sekitar pukul 03.00 Wita, di Pesisir Perairan Gilimanuk, Desa Gilimanuk, Melaya, Jembrana.
Ia menambahkan, penangkapan terhadap pelaku itu tidak lepas dari peran masyarakat yang memberi informasi bahwa disekitar Pesisir Perairan Gilimanuk, terdapat perahu nelayan yang diduga mengangkut penyu hijau dalam keadaan hidup.
Dilansir dari akun Instagram @sahabat_polri.bali, setelah mendengar informasi tersebut, anggota Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Bali, langsung melakukan penyelidikan di wilayah pesisir perairan Gilimanuk, dan mencurigai sebuah perahu yang diduga sedang mengangkut, memiliki dan menyimpan satwa dilindungi itu dalam keadaan hidup.
Mendapati hal tersebut, perahu yang diduga menjadi alat untuk mengangkut dan menyimpan penyu hijau itu pun diperiksa, dan diamankan oleh anggota Subdit Gakkum Ditpolairud.
Perahu bertuliskan ‘MAHKOTA RAJA’ itu diketahui milik pelaku atas nama Sumarji.
Saat anggota Subdit Gakkum Ditpolairud datang, ia terlihat sedang menurunkan satwa penyu hijau yang dilindungi. Dimana ada 10 ekor penyu hijau yang ditemukan di pantai dan 1 ekor penyu hijau ditemukan di atas perahu bertuliskan ‘MAHKOTA RAJA’ tersebut.
Mendapati hal itu, anggota Ditpolairud langsung melakukan introgasi kepada yang bersangkutan. Sumarji pun telah mengakui perbuatannya.
Atas kejadian itu terduga pelaku dan barang bukti berupa 11 ekor penyu hijau yang masih dalam keadaan hidup, langsung diamankan dan dibawa ke Mako Ditpolairud Polda Bali. (*/Ana AP)
Baca Juga: Dituduh Didukung Cukong Cina, Gibran Rakabuming Minta Alamat Haters untuk Beri Tiket Wisata Satwa
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Ole Romeny Masih Seret Gol, Pilihan Pertama Sebagai Timnas Indonesia Terancam
-
350 Kg Sampah Elektronik Dikumpulkan, LG Gaungkan Gerakan Daur Ulang E-Waste di Indonesia
-
Menanti THR MLBB 2026: Ini Hadiah dan Potensi Skin Gratisnya
-
Siapa yang Bakal Jadi Pesepak Bola Pria Terbaik versi PSSI, Ini Kandidatnya
-
Profil Irawati Puteri, Alumni LPDP Eks SPG Nugget yang 'Diburu' Netizen
-
Kekerasan Terus Berulang, Peneliti BRIN Minta Berhenti Gunakan Kata Oknum untuk Polisi Bermasalah
-
Bunga Sartika Mundur dari Host Konten Viral Spill Skincare, Karena Rahasia Endorse Ketahuan?
-
Viral "Cukup Aku WNI", Dirjen AHU: Orang Tua Tak Bisa Sepihak Ganti Status Kewarganegaraan Anak
-
Santa Josephine Margaret Bakhita: Mantan Budak yang Ingin Cium Tangan Penyiksanya
-
Dari Perca Batik ke Ikon Ramadan: Kisah Peci Jogokariyan Tembus Pasar Mancanegara