Suara Denpasar - Laga Timnas Indoensia vs Maroko di Piala Dunia U-17 tuai kontroversi soal keputusan wasit.
Laga kedua tim disiarkan langsung di dua stasiun televisi nasional Indonesia.
Pada babak kedua, Indonesia mendapatkan tendangan bebas dari sisi kanan lapangan, setelah dilanggar pemain Maroko.
Ketika tendangan dilesatkan, bola terlihat mengenai tangan dari salah satu pemain lawan yang menjadi pagar pertahanan.
Hal tersebut terjadi ketika salah satu pagar betis lawan melompat, bola kemudian mengenai lengan kirinya.
Pemain Timnas Indoenesia U-17 telah melakukan protes, hingga wasit meninjau langsung tayangan ulang melalui layar VAR.
Akan tetapi wasit mengambil keputusan 'no penalty', sehingga skuad garuda gagal mendapatkan apa yang mereka harapkan.
Keputusan wasit itu menuai kontroversi, banyak warganet meluapkan protes langsung di salah satu postingan Instagram resmi @timnas.indonesia, dikutip suara denpasar pada Kamis, (16/11/2023).
Tidak sedikit dari warganet bahkan mengecam wasit dengan cara memaki dan memburu akun sosial medianya.
Baca Juga: Sho Yamamoto Diincar Persik Kediri dan PSS Sleman, Persebaya Pertahankan Ze Valente?
'"Lah, no penalty padahal kena tangan langsung itu, wkwk," sindir akun @unpambios53.
"Infokan Ig wasit terus ramaikan," seru akun @wahidd.cs. (*/Dinda)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung