Suara Denpasar - Rento Takaoka menjadi satu di antara pemain Jepang yang paling menonjol di gelaran Piala Dunia U-17 2023 Indonesia. Di laga terakhir melawan timnas Senegal, sang striker berhasil mencetak 2 gol pemecah kebuntuan.
Sejauh ini Takaoka telah mengoleksi 4 gol dari tiga laga di fase grup. Ia harus bersaing dengan pemain Brazil, Kaua Elias yang sama mencetak 4 gol jika ingin meraih penghargaan Sepatu Emas dalam turnamen ini.
Takaoka menjadi satu-satunya pencetak gol timnas Jepang dalam melewati babak fase grup.
Saat melawan Argentina, Takaoka mencetak 1 gol hiburan ketika Jepang kalah dengan skor 3-1.
Di laga Polandia, Takaoka menjadi pahlawan Jepang dalam meraih poin penuh dengan 1 gol semata wayangnya dalam laga itu.
Sedangkan ketika melawan Senegal, Takaoka berhasil membawa Jepang meraih kemenangan atas wakil Afrika tersebut lewat 2 gol yang dicetaknya.
Berkat penampilan gemilangnya, Takaoka menjadi sorotan pada event Piala Dunia U-17 2023 kali ini.
Namun Takaoka sering memulai laga sebagai pemain cadangan. Meski begitu, melansir laman resmi FIFA, pelatih Jepang Yoshiro Moriyama punya alasan tersendiri untuk itu.
“Takaoka punya kekuatan, kecepatan, dan semangat juang (tinggi),” kata Moriyama kepada FIFA. “Saya bisa saja menurunkannya sejak (menit) awal, namun saya memutuskan untuk memasukkannya ketika lawan mulai lelah.”
Baca Juga: Curhat ke Istri Kaget Gabung Persija, Gustavo Almeida Siap Tampil Lebih Ganas
Moriyama juga menggambarkan Takaoka sebagai striker yang oportunis. Takaoka akan memanfaatkan setiap celah di area penalti lawan untuk mencetak gol.
“Dia seorang pejuang dan memiliki kemampuan untuk mewujudkan sesuatu,” lanjut Moriyama. “Dia punya bakat luar biasa untuk mencetak gol di dalam kotak penalti dan dia selalu berada di tempat yang tepat.”
Seperti banyak pemain Jepang seusianya, Takaoka tidak tergabung dalam akademi klub melainkan bermain di SMA Nissho Gakuen, di selatan kota Miyazaki.
Berkat sistem pengembangan bakat sepakbola Jepang yang unik, banyak talenta muda negara ini yang terjun dalam lingkungan kompetitif sepak bola sekolah menengah dan universitas.
Sebuah level kompetisi yang hampir semi-profesional dan telah berhasil mengorbitkan beberapa pemain berkualitas selama bertahun-tahun. Misalnya seperti Keisuke Honda, Kaoru Mitoma dan Kyogo Furuhashi.
Memiliki striker tajam seperti Takaoka bisa memberi harapan pada timnas Jepang untuk melangkah lebih jauh lagi. Di babak 16 besar nanti Jepang akan menghadapi timnas Spanyol. (*/Rizal)
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Negosiasi AS - Iran Hari Ini Tentukan Harga Minyak Dunia, Bisa Tembus 100 Dolar per Barel
-
Kasus Pegawai KPK Gadungan Peras Sahroni, Ketua KPK Minta Tunggu Hasil Pemeriksaan Polisi
-
Viral Perempuan di Lebak Suruh Terduga Pencuri Parfum Sumpah Sambil Injak Alquran
-
5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
-
Tolak Kebijakan Pemprov Kaltim soal Iuran JKN, Wali Kota Samarinda: Tidak Adil!
-
Jakarta Jadi Kota Paling Aman ke-2 di ASEAN, Tapi Pramono Akui Masih Ada Premanisme
-
4 Sunscreen Peptide, Bikin Kulit Plumpy dan Terhidrasi Sepanjang Hari!
-
Detik-Detik Sopir Truk Sampah di Gresik Larikan Kendaraan yang Terbakar ke Pos Damkar
-
Antara Keberanian dan Shock Value: Kritik Atas Promosi Film Aku Harus Mati
-
Pramono Anung Larang Ondel-Ondel Ngamen di Jalan Jakarta, Ini Alasannya