Suara Denpasar - Kisah sukses timnas Maroko di Laga Piala Dunia 2022 lalu bukanlah sebuah kebetulan. Ada peran dari Akademi Mohammed VI yang banyak mencetak talenta berbakat timnas Maroko.
Maroko disebut telah mencatatkan sejarah di Piala Dunia 2022 lalu sebagai satu-satunya tim Afrika yang pernah mencapai babak semifinal dalam turnamen akbar insan sepak bola itu.
Sayangnya Maroko gagal menembus final setelah mereka dikalahkan oleh timnas Prancis di babak semifinal.
Kesuksesan timnas Maroko kemudian berlanjut di Piala Dunia U-17 2023.
Timnas Maroko U-17 dipastikan lolos dari fase grup sebagai runner up di bawah Ekuador setelah berhasil mengalahkan Indonesia U-17 di laga terakhir grup A.
Semua kesuksesan ini, utamanya yang diraih para talenta muda timnas Maroko, tak luput dari peran Akademi Mohammed VI yang didirikan pada tahun 2009 lalu.
Gagasan tersebut lahir dari Raja Kerajaan Alawi yang ingin memajukan sepakbola Maroko. Tujuannya jelas agar timnas Maroko punya identitas permainan mereka sendiri.
Melansir dari laman morocco.com, akademi ini dibangun di lahan seluas 18 hektar, berlokasi di Sala al Jadida, yang terletak di dekat kota Rabat.
Dana yang dihabiskan untuk membangun akademi olahraga tersebut pun tidak main-main, yakni sekitar USD 16,8 juta.
Akademi Sepak Bola Mohammed VI dirancang untuk dapat menampung maksimal enam puluh siswa berusia antara 12 dan 18 tahun.
Akademi ini terdiri dari sebuah sekolah yang dilengkapi dengan peralatan lengkap yang dibagi dalam tiga jenjang pendidikan, mengikuti usia siswanya. Siswa yang berumur 13 atau 14 tahun akan masuk ke jenjang pendidikan tahap pertama.
Setelahnya mereka akan berpindah ke jenjang pendidikan tahap kedua dan ketiga, seiring dengan bertambahnya usia dan kemajuan kemampuan mereka.
Pendidikan tahap pertama dirancang sebagai tahap persiapan. Tujuannya memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyesuaikan diri dan mempersiapkan tuntutan mental dan fisik akademi.
Beberapa pemain kunci yang pernah dilahirkan oleh akademi ini seperti Youssef En-Nesyri yang bermain untuk Sevilla.
Ada juga pemain Angers klub asal Prancis, Azzedine Ounahi salah satu pemain yang cukup sensasional sepanjang turnamen Piala Dunia 2026.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
'Nadiem Seharusnya Tidak Dipenjara?': Kronologi Kasus Chromebook hingga Vonis 10 Tahun Penjara
-
Sword Art Online Umumkan Film Baru, Lanjutkan Kisah usai Arc Alicization
-
Kalahkan Portugal, Spanyol Pecahkan Rekor Baru di Piala Dunia 2026
-
Resmi IPO, Saham JECX Langsung Terbang 24,8%
-
Setelah 13 Tahun Hibernasi: Akankah Madu Diplomatik Indonesia-Belarus Bertahan?
-
Dari Mati Lampu ke Ekspor Listrik: Sebuah Ironi Kebijakan?
-
Prediksi Swiss vs Kolombia, Xhaka Kontrol Laga, Los Cafeteros Harus Waspada
-
Portugal Pulang dengan Satu Pertanyaan Besar: Identitasnya Ada di Mana?
-
Tiga Pulau Padam dalam Dua Bulan: Ada Apa dengan Listrik Indonesia?
-
Trailer Terbaru Anime ELECEED Resmi Dirilis, Lima Pemeran Utama Diumumkan