/
Jum'at, 17 November 2023 | 07:30 WIB
Mengenal Akademi Mohammed VI yang Melahirkan Talenta Berbakat Timnas Maroko

Suara Denpasar - Kisah sukses timnas Maroko di Laga Piala Dunia 2022 lalu bukanlah sebuah kebetulan. Ada peran dari Akademi Mohammed VI yang banyak mencetak talenta berbakat timnas Maroko.

Maroko disebut telah mencatatkan sejarah di Piala Dunia 2022 lalu sebagai satu-satunya tim Afrika yang pernah mencapai babak semifinal dalam turnamen akbar insan sepak bola itu.

Sayangnya Maroko gagal menembus final setelah mereka dikalahkan oleh timnas Prancis di babak semifinal.

Kesuksesan timnas Maroko kemudian berlanjut di Piala Dunia U-17 2023.

Timnas Maroko U-17 dipastikan lolos dari fase grup sebagai runner up di bawah Ekuador setelah berhasil mengalahkan Indonesia U-17 di laga terakhir grup A.

Semua kesuksesan ini, utamanya yang diraih para talenta muda timnas Maroko, tak luput dari peran Akademi Mohammed VI yang didirikan pada tahun 2009 lalu.

Gagasan tersebut lahir dari Raja Kerajaan Alawi yang ingin memajukan sepakbola Maroko. Tujuannya jelas agar timnas Maroko punya identitas permainan mereka sendiri.

Melansir dari laman morocco.com, akademi ini dibangun di lahan seluas 18 hektar, berlokasi di Sala al Jadida, yang terletak di dekat kota Rabat.

Dana yang dihabiskan untuk membangun akademi olahraga tersebut pun tidak main-main, yakni sekitar USD 16,8 juta.

Baca Juga: Harga Pasarnya Pernah Rp660 Miliar, Eks Pilar Liga Inggris Akui Persib Bandung Sebagai Sang Penyelamat

Akademi Sepak Bola Mohammed VI dirancang untuk dapat menampung maksimal enam puluh siswa berusia antara 12 dan 18 tahun.

Akademi ini terdiri dari sebuah sekolah yang dilengkapi dengan peralatan lengkap yang dibagi dalam tiga jenjang pendidikan, mengikuti usia siswanya. Siswa yang berumur 13 atau 14 tahun akan masuk ke jenjang pendidikan tahap pertama.

Setelahnya mereka akan berpindah ke jenjang pendidikan tahap kedua dan ketiga, seiring dengan bertambahnya usia dan kemajuan kemampuan mereka.

Pendidikan tahap pertama dirancang sebagai tahap persiapan. Tujuannya memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyesuaikan diri dan mempersiapkan tuntutan mental dan fisik akademi.

Beberapa pemain kunci yang pernah dilahirkan oleh akademi ini seperti Youssef En-Nesyri yang bermain untuk Sevilla.

Ada juga pemain Angers klub asal Prancis, Azzedine Ounahi salah satu pemain yang cukup sensasional sepanjang turnamen Piala Dunia 2026.

Bahkan Akademi Mohammed VI ini mendapatkan pengakuan dari FIFA dan layak ditiru oleh negara lainnya, khususnya di Afrika.

“Langkah besar yang dibuat oleh FRMF (Federasi Sepakbola Maroko) dalam mengembangkan talenta muda, layak ditiru oleh negara lainnya,” kata FIFA dilansir dari northafricapost.com.

“Maroko adalah sarang talenta (sepakbola),” tambah FIFA.

Timnas Maroko U-17 telah berhasil lolos ke babak 16 besar setelah berhasil menundukkan tuan rumah Indonesia dengan skor 3-1.

Langkah Maroko dalam membangun akademi untuk memajukan sepakbola mereka sepertinya perlu ditiru oleh negara lain. Dan mereka berhasil menunjukkannya lewat hasil gemilang di setiap turnamen sepakbola internasional. (*/Rizal)

Load More