Suara Denpasar - Dua laga pertandingan tandang yang telah dilakoni Timnas Indonesia di Grup F kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia tak mampu memetik kemenangan untuk membawa nama merah putih lebih bersinar dari sebelumnya.
Pasalnya pada matchday kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia versus Filipina meraih skor imbang 1-1.
Mengutip unggahan @transfer.bola dikatakan bahwa ada 3 penyebab Timnas Indonesia melempem saat menghadapi Filipina.
"SYT jelaskan 3 penyebab Timnas Indonesia melempem lawan Filipina," tulis akun tersebut di awal unggahannya.
Juru taktik asal Korea Selatan ini mengatakan bahwa timnya memang mengalami kesulitan karena ada banyak hal yang dialami Skuad Garuda sebelum pertandingan digelar.
"Dalam laga ini, kita mengalami banyak kesulitan, kita melalui perjalanan jauh, perbedaan waktu, kelelahan, dan di sini juga menggunakan lapangan sintetis yang tidak terlalu familiar bagi kami," kata Shin Tae-yong.
Kemudian ia juga mengatakan kendala lain yang dihadapi timnas senior ini juga berkaitan dengan kesulitan beradaptasi dengan lapangan yang dimiliki kubu lawan yang berpengaruh pada permainan timnya.
"Kami juga kesulitan beradaptasi dengan lapangan ini, saya akui kesulitan itu berpengaruh pada kami," tutup SYT di akhir. (Rizal/*)
Berita Terkait
-
Performa Turun karena Dekat dengan Artis? Begini Respon Kapten Timnas Indonesia Asnawi Mangkualam
-
Bukan Ramadhan Sananta dan Hokky Caraka, PSIS Semarang Kini Incar 2 Pemain Timnas Indonesia Ini?
-
Kualifikasi Piala Dunia 2026: Timnas Indonesia Terseok-seok di Grup F, Malaysia Pimpin Grup D, Beda Kelas?
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas