Suara Denpasar - Laga perebutan posisi 3 Piala Dunia U-17 2023 antara Argentina vs Mali berlangsung antiklimaks bagi tim berjuluk Albiceleste.
Usai bermain memukau saat melawan Jerman di babak semifinal, Argentina justru kalah telak dari Mali. Talenta muda asuhan dari Diego Placente harus takluk dari wakil Afrika tersebut dengan skor telak 0-3.
Sejak awal, Mali menunjukkan keunggulan fisik mereka saat menghadapi tim Argentina yang terlihat masih belum pulih dari kekalahan di semifinal.
Sama seperti debutnya melawan Senegal, Albiceleste menderita karena intensitas serangan dan determinasi yang dilakukan wakil Afrika itu.
Mali memimpin di babak pertama, bahkan di menit awal pertandingan. Delapan menit berjalannya laga, Ibrahim Diarra sukses mengontrol bola di pinggir kotak penalti dan melepaskan tembakan ke pojok kanan bawah.
Mali terus menekan, menciptakan beberapa ancaman ke gawang tim Argentina yang kesulitan menampilkan gaya bermain yang telah mereka tunjukkan sebelumnya.
Sebuah tembakan yang membentur tiang dan sejumlah penyelamatan bagus yang dilakukan kiper Argentina Jeremías Florentin membuat Albiceleste tetap bertahan dalam serangan Mali yang bertubi-tubi.
Namun, pada menit ke-44, Hamidou Makalou memberikan umpan silang dari tendangan bebas yang disambut oleh Mamadou Doumbia, yang menanduknya untuk menambah keunggulan Mali. Skor babak pertama pun berakhir 0-2.
Di babak kedua, Diego Placente bereaksi dengan memasukkan pencetak hattrick di laga melawan Brasil, Claudio Echeverri.
Baca Juga: Hasil Pertandingan RANS Nusantara FC vs Persebaya, Bajul Ijo Berhasil Amankan 1 Poin
Sayangnya meski bermain lebih baik, justru Mali-lah yang sekali lagi mencetak gol. Permainan berakhir dengan skor 0-3 untuk kemenangan Mali.
Meski kalah, pelatih kepala timnas Argentina U-17 tetap mengapresiasi penampilan skuad asuhannya.
“Para pemain ini telah melakukan sesuatu yang luar biasa, baik secara sepak bola maupun komitmen mereka,” kata Placente, dikutip dari Buenosairesherald.
“Hari ini adalah pertandingan yang sangat sulit, namun hal itu tidak seharusnya merusak apa yang telah mereka lakukan sepanjang turnamen ini,” lanjutnya.
Diego Placente juga memuji tim Mali yang bermain secara spartan melawan timnya.
“[Mali] adalah tim yang bagus, sangat kuat secara fisik. Mereka punya banyak peluang mencetak gol di setiap pertandingan, dan mereka lebih baik dari kami secara fisik dan mental,” jelas Placente.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
Viral Pelayanan Jutek di Puskesmas Cisarua, Ini Respons Pimpinan
-
Persib vs PSM Makassar: 6 Poin Penting Pesan Pak Haji Umuh untuk Jaga Tahta Klasemen
-
3 Rekomendasi Sepatu Lokal Terbaik Januari 2026, Kualitas Premium Cuma 300 Ribuan
-
'Satu Foto Sejuta Cerita' Dedie A. Rachim Terpukau oleh Karya Jurnalistik di APFI 2026
-
4 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaik untuk Bapak-Bapak di Mei 2026
-
Long Weekend Makin Nyaman, BSB Cash Bank Sumsel Babel Jadi Andalan Pengguna Tol dan LRT
-
Gaya 'Old Money' dengan Sepatu Lari Lokal: 5 Brand yang Tampil Mewah Tanpa Logo Mencolok
-
Waspada Hantavirus! Banten Pernah Catat 1 Kasus, Pintu Masuk Internasional Dijaga Ketat
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
Dedi Mulyadi Ingin Kembalikan Kawasan Batutulis Bogor Jadi Area Hijau dan Sejarah