Suara Denpasar - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Ponorogo menggelar aksi unjuk rasa di Pemkab Ponorogo setelah sebelumnya sempat melakukan audiensi dengan Mapolres Ponorogo pada hari Kamis (14/12/2023).
Aksi ini menuntut segera ditertibkannya tambang ilegal yang diduga beroperasi di Bumi Reog.
Dalam aksinya, massa membawa spanduk dan mobil pick UP dengan sound untuk berorasi di depan kantor Pemkab Ponorogo.
Mereka meneriakkan keheranannya atas tindakan Pemkab yang dinilai lambat dalam penertiban tambang ilegal di Ponorogo.
Hanif Zein, Ketua PMII Cabang Ponorogo menjelaskan bahwa aksi ini adalah aksi kedua setelah sebelumnya tidak dapat bertemu bupati untuk membahas tambang ilegal.
"Kami sudah dua kali melakukan audiensi, namun belum ada titik temu. Oleh karena itu, kami menggelar aksi ini untuk mendesak Pemkab Ponorogo segera menertibkan tambang ilegal," kata Hanif.
Hanif menekankan bahwa dari data yang dikumpulkan pihaknya, keberadaan tambang ilegal di Ponorogo cukup banyak.
"Dari data yang saya terima, ada sekitar 20 tambang ilegal di Ponorogo. Tambang-tambang ini beroperasi tanpa izin dan menimbulkan kerusakan lingkungan," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Ponorogo, Soko Kartono menjelaskan pihaknya masih akan memeriksa kepastian data yang dibawa para mahasiswa.
Baca Juga: Viral Anak Dibanting hingga Tewas oleh Ayahnya di Penjaringan, Netizen: Dulu Dipeluk dan Disayang
"Kami masih akan mendalami lagi dan cek ricek soal keberadaan tambang ilegal di Kabupaten ini," ungkapnya.
Ketua PMII Ponorogo berjanji akan membawa persoalan ini ke ranah hukum dengan berkoordinasi dengan PMII Jatim untuk didiskusikan dengan Polda Jatim.
"Kami akan melaporkan persoalan ini ke PMII Jatim sebelum ke Polda. Kami berharap Polda Jatim dapat menindak tegas pelaku tambang ilegal," tegasnya.***
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- Bukan Hanya Siswa, Guru pun Terkena Aturan Baru Penggunaan Ponsel di Sekolah Sulbar
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
Pilihan
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
Terkini
-
Modal Cekak hingga Cost of Fund Tinggi, Ini Alasan Pembiayaan Bank Syariah Masih Mahal
-
Anthony Xie Rayakan Imlek Bareng Anak di Taiwan Tanpa Audi Marissa
-
Niat Mandi Wajib Sebelum Puasa Ramadan 2026 untuk Perempuan dan Laki-Laki Arab Latin
-
Gandeng Perusahaan Asing, Perminas Mulai Misi Pencarian Mineral Kritis
-
Penjualan Anjlok 30 Persen, Converse Bakal Pangkas Karyawan demi Efisiensi
-
Dirumorkan Dibidik Persib Bandung, Ronald Koeman Jr: Saya Membacanya
-
Selain Digugat Cerai Boiyen, Rully Anggi Akbar Kini Juga Jadi Pengangguran?
-
Misi Berat Lawan Ratchaburi FC, Persib Belum Pernah Menang 4-0 di Kandang Musim Ini
-
7 Rekomendasi Lipstik Halal yang Lembap, Hasil Matte tapi Nyaman Dipakai Seharian Puasa
-
Kata-kata Mauro Zijlstra Usai Debut Bersama Persija Jakarta