Suara Denpasar – Nama Maarten Paes mendadak jadi perbincangan netizen Indonesia, khususnya penggemar Timnas Indonesia.
Hal ini lantaran Ketum PSSI Erick Thohir, melalui unggahan di Instagram pribadinya @erickthohir mengonfirmasi bila Maarten Paes, kipper utama Dallas FC Amerika menunjukkan minat bergabung Timnas Indonesia.
Tentunya, Maarten Paes berpotensi bergabung dengan Timnas Indonesia setelah melalui proses naturalisasi. Pemain 25 tahun tersebut juga berpotensi menjadi kipper naturalisasi Timnas Indonesia.
Menariknya, Maarten Paes bukanlah pemain sembarang. Ia bahkan pernah head to head dengan legenda Timnas Argentina Lionel Messi.
“Ragnar Oratmangoen nanti akan gabung, dia pemain sayap dan bisa main jadi striker. Lalu kita juga masih menunggu Thom Haye. Dia defensive mildflier juga sepertinya ingin. Sama Maarten Paes goal keeper utama di FC Dallas Amerika Major League Soccer, Kita tunggulah, kita lihat,” jelas Erick Thohir dalam video singkat tersebut.
Erick Thohir juga menambahkan, pihaknya membuka pintu lebar bagi siapapun yang ingin bergabung dan mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional.
“Saya sangat mengapresiasi dan bersyukur kepada siapapun yang ingin berkontribusi memajukan sepak bola Indonesia,” tulis Erick Thohir.
“Sehingga saya tidak pernah menutup kesempatan apapun, jika ada pihak yang berkomitmen untuk mengibarkan bendera merah putih dan membawa Garuda mendunia,” tambahnya.
Sementara itu, melansir dari laman transfermarkt, berikut profil singkat Maarten Paes, calon naturalisasi kipper Timnas Indonesia.
Baca Juga: Kevin Diks Terpantau OTW Indonesia, Begini Komentar Erick Thohir soal Naturalisasi Pemain Keturunan
Nama Lengkap : Maarten Paes
Tanggal lahir : 14 Mei 1998
Umur : 25 tahun
Tempat kelahiran: Nijmegen, Belanda
Tinggi: 1,92 m
Kewarganegaraan: Belanda
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Menguliti Persepsi tentang Cinta di Novel Gege Mengejar Cinta
-
Berantas Tegas Premanisme, Polda Jatim: Negara Tidak Boleh Kalah!
-
Standar Meja Makan Lebaran dan Tekanan Sosial Perempuan
-
Suporter PSM Makassar Dilarang Keras Datang ke Ternate
-
Aksi Kamisan ke-900: Keteguhan Sumarsih Mencari Keadilan bagi Sang Anak
-
Fadia Arafiq Lulusan Apa? Bupati Pekalongan Terjerat Korupsi, Ngaku Tak Paham Birokrasi
-
RI Raih Nilai Jelek dari Fitch, Airlangga: Ekonomi Dunia Tertekan Perang
-
Harry Maguire Divonis 15 Bulan Penjara di 3 Kasus Kriminal, Dari Penyerangan hingga Suap
-
Lebaran Cashless: Ketika Dompet Digital Menggantikan Amplop
-
Perang Kasta Medsos: Gak Ada Bedanya X, Tiktok, atau FB Kalau Penggunanya yang Bermasalah