- Dirjen Bina Pemdes Kemendagri menekankan Koperasi Desa Merah Putih harus menjadi pusat ekonomi berkelanjutan, bukan sekadar pembangunan fisik.
- Pemerintah membahas percepatan operasionalisasi koperasi melalui sinergi lintas kementerian serta verifikasi anggaran ketat dalam rapat koordinasi Rabu (31/3/2026).
- Koperasi dirancang sebagai pusat distribusi komoditas dan layanan ekonomi desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui model bisnis terintegrasi.
Suara.com - Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa (Pemdes) Kementerian Dalam Negeri, La Ode Ahmad P. Bolombo, menegaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) harus mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat desa, bukan sekadar proyek pembangunan fisik.
Hal itu disampaikan La Ode dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) percepatan pembangunan dan operasionalisasi KDKMP yang digelar di Kantor Kemenko Pangan, Rabu (31/3/2026).
Menurutnya, KDKMP dirancang sebagai ekosistem ekonomi desa yang terintegrasi, sehingga keberhasilannya tidak hanya diukur dari berdirinya bangunan, tetapi dari bagaimana koperasi tersebut mampu berjalan dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih harus menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat desa. Ini bukan hanya soal bangunan, tetapi bagaimana menciptakan sistem bisnis yang berkelanjutan,” ujar La Ode.
Ia menekankan, penguatan operasional menjadi kunci utama dalam keberlanjutan program tersebut, termasuk kejelasan pihak yang bertanggung jawab dalam pengelolaan KDKMP yang telah selesai dibangun.
Dalam rapat yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan itu, pemerintah membahas progres pembangunan, ketersediaan lahan, hingga rencana operasionalisasi dan proses bisnis KDKMP sebagai program strategis nasional.
La Ode juga menyoroti pentingnya sinergi lintas kementerian dan lembaga, khususnya dalam aspek pendanaan dan pengawasan, mengingat kondisi fiskal desa yang beragam.
“Tidak semua desa memiliki kapasitas anggaran yang sama. Karena itu, dukungan dan intervensi pemerintah pusat menjadi sangat penting agar KDKMP bisa berkembang optimal,” katanya.
Dalam pembahasan, pemerintah menekankan perlunya verifikasi dan validasi ketat terhadap rencana anggaran biaya (RAB) pembangunan KDKMP dengan melibatkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Kementerian Pekerjaan Umum.
Baca Juga: Pembangunan Kopdes Merah Putih Jauh dari Target, Menteri Zulkifli Keluhkan Ketersediaan Lahan
Selain itu, dengan estimasi anggaran sekitar Rp3 miliar per unit yang belum mencakup kebutuhan barang dagangan, pemerintah mendorong adanya skema pengadaan yang terintegrasi.
Model operasional berbasis kolaborasi pun disiapkan, dengan melibatkan sektor industri sebagai penyedia bahan baku, pihak swasta untuk suplai barang konsumsi, serta BUMN seperti Agrinas, Pertamina, BULOG, dan ID Food dalam distribusi dan penjualan.
La Ode menegaskan, keberhasilan KDKMP sangat bergantung pada kesiapan sistem bisnis yang matang dan dukungan regulasi yang kuat.
Untuk itu, pemerintah tengah merevisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 49 Tahun 2025 guna menyederhanakan proses bisnis dan mempercepat implementasi program di lapangan.
Ia juga memastikan Kemendagri akan mendorong penguatan sinergi pendanaan melalui kebijakan yang mendukung percepatan pembangunan dan operasional KDKMP.
Di akhir rapat, pemerintah menargetkan KDKMP dapat menjadi pusat distribusi komoditas lokal sekaligus pasar bersubsidi berbasis komunitas, dengan mayoritas keuntungan dikembalikan ke desa guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ke depan, KDKMP yang telah beroperasi akan difokuskan sebagai pusat layanan ekonomi desa, mulai dari toko sembako, simpan pinjam, hingga layanan kesehatan seperti klinik dan apotek desa, sebelum dilakukan evaluasi dalam dua tahun pertama operasionalnya.
“La Ode menegaskan, jika dikelola dengan baik, KDKMP akan menjadi pilar utama dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis desa,” tambahnya.
Berita Terkait
-
E-Meterai Bisa Beli di Alfamart? Ini Info Penting untuk Daftar Manajer Koperasi Merah Putih
-
Lowongan Manajer Koperasi Merah Putih Dibuka Sampai Kapan? Jangan Sampai Telat Daftar
-
Link Download Surat Pernyataan Format Resmi untuk Daftar Manajer Koperasi Merah Putih
-
Cara Cek E-Meterai Asli atau Palsu, Jangan Salah saat Daftar Manajer Koperasi Merah Putih
-
Cara dan Biaya Bikin Surat Keterangan Sehat untuk Daftar Manajer Koperasi Merah Putih
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Bukan Cuma Nonton Konser Musik, Ini 3 Destinasi Wajib Mampir Saat Kamu ke Jazz Gunung Bromo 2026
-
JPMorgan Upgrade Saham BBRI ke Overweight, Nilai Valuasi Murah dan Dividen Tetap Menarik
-
Dirjen Imigrasi Pastikan Status Cekal Febrie Adriansyah Masih Berlaku
-
Piala Dunia 2026 Ubah Ranking FIFA, Spanyol 'Tendang' Prancis dari Puncak
-
4 Cushion Tahan Lama yang Lagi Diskon Capai 50 Persen di Shopee, Harga Jadi di Bawah Rp100 Ribu
-
4 Rekomendasi Parfum Aroma Nanas Harga Terjangkau, Mulai Rp40 Ribuan Saja
-
Megawati Berpesan Agar Anak Muda Jangan Jadi 'Bangbong'
-
Optimistis terhadap BBRI, JPMorgan Tingkatkan Rekomendasi Saham Jadi Overweight
-
JPMorgan Naikkan Rating BBRI ke Overweight, Soroti Kuatnya Fundamental
-
PSIM Yogyakarta Fokus Perkuat Lini Tengah, Datangkan Gelandang Polandia Adrian Purzycki