Suara Denpasar – Fenomena soal MasterChef season 11 yang sempat menjadi perdebatan di kalangan warganet soal juara ajang pencarian juru masak tersebut.
Hal itu membuat salah satu juri MasterChef Indonesia, Chef Renatta Moeloek merasa kecewa dengan fenomena yang memperdebatkan dua finalis season 11 yakni Kiki dan Belinda yang dirasa layak menjadi juara.
Seperti diketahui MasterChef Indonesia season 11 dimenangkan oleh Belinda namun warganet merasa Kiki lebih layak memenangkan ajang tersebut.
Sehingga kemudian muncul berbagai kabar tak sedap bahwa ajang MasterChef Indonesia dianggap memihak kepada kelompok masyarakat tertentu dan dianggap settingan.
Menjadi bintang tamu di podcast YouTube Ray Janson Radio, Chef Renatta merasa kecewa karena fenomena warganet bukan karena kompetisinya.
“Sebenarnya fenomena MasterChef season 11 ini yang bikin gue kecewa bukan kompetisinya,” ujar Chef Renatta, Selasa (19/12/2023).
Rupanya Chef Renatta merasa kecewa dengan komentar-komentar kebencian yang dilayangkan di media sosial perihal juara MasterChef Indonesia season 11.
“Ini season yang benar-benar menunjukkan beberapa kebusukan karakter orang-orang yang ngasih hate comment, bullying, caci maki, ngefitnah,” ungkapnya.
“Mereka enggak ada dasarnya dan se-vocal itu,” imbuh Chef Renatta.
Baca Juga: Buka Bisnis Baru, Ternyata Ini Alasan Eks Istri Virgoun Inara Rusli Tak Sekadar untuk Sang Anak
Perempuan 29 tahun itu pun tak habis pikir dengan tindakan warganet yang mengarah ke bullying dan rasis karena menyudutkan kelompok masyarakat tertentu.
“Itu udah rasis, sampai keluarganya dibawa-bawa. Bukan bullying lagi ya, it’s very very mean. Jahat,” pungkasnya. (*/Dinda)
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali