Depok.suara.com - Cristiano Ronaldo telah memilih segera pergi dari Manchester United. Kabar ini santer terdengar sepanjang bursa transfer musim panas 2022 ini.
Namun walau punya profil yang bagus, dirinya malah tak laku di bursa transfer musim panas 2022 usai dirumorkan angkat kaki dari Manchester United.
Padahal, Ronaldo tak kunjung bergabung dalam latihan pramusim Man United dan juga tur pramusim di bawah arahan pelatih anyar, Erik ten Hag.
Sikapnya yang memilih abai akan latihan dan tur pramusim Man United disebutkan untuk membuat keinginannya pergi terkabul.
Keinginan Ronaldo pergi dari Man United sendiri tak lepas dari kondisi klub berjuluk The Red Devils itu, yang harus tampil di Liga Europa musim depan.
Ronaldo yang dikenal sebagai pemain ambisius, enggan berkompetisi di ajang itu dan memilih hijrah untuk bergabung ke klub yang bermain dan bersaing untuk menjuarai Liga Champions.
Alhasil, nama Ronaldo dirumorkan akan bergabung Chelsea dan Bayern Munich yang baru kehilangan Romelu Lukaku dan juga Robert Lewandowski.
Akan tetapi, kedua klub itu justru secara terang-terangan menolak penandatanganan Ronaldo yang punya label sebagai bintang besar.
Selain dua klub itu, ada pula klub Arab Saudi yang siap merekrut Ronaldo dan memberikannya bayaran yang fantastis.
Namun tawaran ini ditolak sang mega bintang yang merasa dirinya tetap kompetitif meski hampir berusia kepala empat. Selain itu, tak ada klub besar atau klub mapan yang bersedia merekrutnya.
Ada beberapa alasan mengapa Ronaldo kini tak laku di bursa transfer kendati memiliki nama mentereng di sepak bola.
Kira-kira, apa saja alasan tersebut?
1. Usia
Faktor usia menjadi salah satu penyebab mengapa seorang Cristiano Ronaldo kehilangan banyak peminat di bursa transfer.
Saat ini, Ronaldo telah berusia 37 tahun. Kendati fisiknya masih prima, banyak yang meyakini dirinya telah melewati masa kejayaannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026