Depok.suara.com - Putra sulung Hotman Paris, Frank Hutapea angkat bicara mengenai kesehatan mental saat berbicara bareng
Melaney Ricardo.
Hal yang mengejutkan, Frank dan adiknya yang bernama Felicya Hutapea ternyata sama-sama pernah mengalami depresi.
Faktor depresi, menurut Frank Hutapea, juga bisa berasal dari genetik. Ia lantas menyinggung cerita Hotman Paris yang pernah ingin bunuh diri.
"Menurut gue mental health itu ada genetic-nya. Dia (Hotman Paris) pernah hampir bunuh diri karena dia merasa enggak sukses. Itu cerita enggak dibuat-buat," kata Frank Hutapea dalam konten Melaney Ricardo yang tayang pada Selasa (16/8/2022).
Sedangkan Frank Hutapea pernah mengalami depresi pada 2015. Frank mengaku depresi karena merasa tidak sekaya teman-temannya.
"Saya pernah (depresi) dulu 2015. Merasa teman-teman gue kaya, gue enggak," ujar Frank Hutapea.
Pernyataan itu membuat Melaney Ricardo tak percaya karena Hotman Paris dikenal sebagai pengacara nomor satu di Indonesia. Ternyata Frank Hutapea dan adik-adiknya dididik menghasilkan uang sendiri.
"Karena kan kami (Frank dan dua saudaranya) kerja sendiri. Kami enggak dikasih duit. (Hotman Paris) Pelit," ucap Frank Hutapea mengungkap.
"Gue dulu pernah kerja di PRJ. Pulang malam, tiap hari, jam 2, jam 3 (dini hari). Sabtu kadang masuk. Teman gue pada kaya, gue kagak," imbuh pria lulusan University of Kent, Inggris ini.
Baca Juga: Alat untuk Melindungi Diri dari Pelecehan, Wanita Wajib Punya dan Wajib Bawa
Sedangkan Felicia Hutapea adik Frank diceritakan pernah depresi karena sulit diterima kerja di London, Inggris padahal lulus dari sekolah hukum ternama di sana. Namun bagi Frank Hutapea, yang terpenting adalah cara seseorang bangkit dari depresi.
"Semua itu sudah ada momennya. Tapi habis jatuh, bounce-nya yang gimana. Sekarang (Frank dan Felicia) sudah balik (bangkit) lagi," tutur Frank Hutapea.
Sumber: Suara.com
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pemkab Bogor Siapkan Pusat Ekonomi Baru di Sisi Barat dan Timur, Buka Lapangan Kerja
-
Ketika Satu Pabrik Tutup, yang Runtuh Bukan Hanya Lapangan Kerja
-
Sumatra Dikepung 2.894 Hotspot! Prabowo Turun ke Riau Pimpin Penanganan Karhutla
-
BRI Luncurkan BRImo Taiwan, Permudah Layanan Finansial PMI
-
Mengapa Nasi Cepat Kering di Bagian Atas Rice Cooker? Ini Penyebab dan Solusinya
-
AS Siapkan Sanksi Brutal, Iran Ancam Tak Biarkan 1 Tetes Minyak Keluar dari Selat Hormuz
-
Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Lemas ke Level Rp17.690
-
Yang Tersisa Usai Api Melalap Desa Adat Sade
-
Negara Tetangga Belum Kirim Nota Protes Meski Karhutla Kian Meluas
-
Garuda Pertiwi Runner-up Srikandi Merdeka Cup 2026, Timo Scheunemann Puji Mental Pemain