Foto / News
Senin, 24 Agustus 2026 | 09:44 WIB
Warga mengais puing sisa barang-barang mereka yang terbakar di Desa Adat Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Minggu (23/8/2026). [ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/wsj]
Anggota TNI menyemprotkan air untuk melakukan pendinginan sisa-sisa api yang membakar Desa Adat Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Minggu (23/8/2026). [ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/wsj]
Warga mengais puing sisa barang-barang mereka yang terbakar di Desa Adat Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Minggu (23/8/2026). [ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/wsj]
Sejumlah wisatawan asing melihat suasana pascakebakaran di Desa Adat Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Minggu (23/8/2026). [ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/wsj]
Sejumlah wisatawan asing melihat suasana pascakebakaran di Desa Adat Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Minggu (23/8/2026). [ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/wsj]
Warga mengais puing sisa barang-barang mereka yang terbakar di Desa Adat Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Minggu (23/8/2026). [ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/wsj]

Suara.com - Warga mengais puing sisa barang-barang mereka yang terbakar di Desa Adat Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Minggu (23/8/2026).

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 20.00 Wita Minggu (22/8) menghanguskan 120 bangunan di Desa Adat Sade yang sebagian besar menggunakan material kayu, bambu, bedek serta beratap ilalang dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Sebanyak 320 warga atau 120 kepala keluarga terdampak kebakaran. Selain rumah warga, sejumlah fasilitas seperti masjid, museum, lapak UMKM dan fasilitas umum turut terbakar.

Petugas gabungan TNI-Polri, pemerintah daerah dan warga kemudian membersihkan material sisa kebakaran. Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah memfokuskan penanganan pada pemulihan warga terdampak. [ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/wsj]

Load More