- Pemerintah mengklaim belum menerima nota protes resmi dari negara tetangga terkait dampak kabut asap karhutla.
- Pemerintah telah mengerahkan 12.880 personel, menjalankan operasi modifikasi cuaca, dan memperkuat koordinasi regional ASEAN untuk menangani kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatera.
- Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat percepatan penanganan karhutla di Kalimantan Tengah pada Sabtu, 22 Agustus 2026, guna mencegah perluasan dampak lintas batas.
Suara.com - Pemerintah mengklaim belum menerima nota protes resmi dari negara-negara tetangga terkait dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia yang berpotensi memicu kabut asap lintas batas.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Vahd Nabyl A. Mulachela mengatakan komunikasi dan koordinasi dengan negara-negara kawasan tetap dilakukan untuk memantau perkembangan karhutla sekaligus mengantisipasi dampaknya.
"Hingga saat ini, pemerintah Indonesia masih belum menerima penyampaian keberatan secara resmi dari negara-negara tetangga terkait perkembangan karhutla dan kabut asap,” kata Nabyl dikutip dari ANTARA, Senin (24/8/2026).
Menurut Nabyl, pemerintah juga terus melakukan langkah diplomasi dengan berbagi informasi mengenai perkembangan karhutla kepada negara-negara tetangga.
“Langkah diplomasi juga dilakukan dengan terus berbagi informasi mengenai perkembangan situasi karhutla,” katanya.
Indonesia, kata Nabyl, turut mengoptimalkan mekanisme ASEAN untuk pemantauan dan pertukaran informasi mengenai dampak kebakaran hutan dan lahan, termasuk potensi kabut asap lintas batas.
Kerja sama tersebut dilakukan dalam kerangka Agreement on Transboundary Haze Pollution atau Kesepakatan ASEAN tentang Polusi Kabut Asap Lintas Batas.
Melalui mekanisme tersebut, negara-negara ASEAN meningkatkan kesiapsiagaan, pemantauan, pencegahan, dan penanganan karhutla sekaligus memperkuat koordinasi menghadapi risiko kabut asap lintas batas.
Pemerintah Kejar Penanganan Karhutla
Baca Juga: Hadapi El Nino, Meki Fritz Nawipa Siapkan Helikopter hingga Satgas Kampung
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebelumnya mengatakan pemerintah melalui Menteri Luar Negeri Sugiono terus menjaga komunikasi dengan negara-negara tetangga terkait dampak karhutla.
“Karena itu kita berusaha secepatnya untuk menangani karhutla ini," ujar Prasetyo saat ditemui di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Minggu (23/8/2026).
Di dalam negeri, pemerintah terus memperkuat pengendalian karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan dan Sumatra. Sebanyak 12.880 personel dikerahkan bersama berbagai peralatan untuk mendukung pemadaman dan penanganan kebakaran.
Pemerintah juga menjalankan operasi modifikasi cuaca (OMC) serta memantau kualitas udara di wilayah terdampak.
Presiden Prabowo Subianto turut memimpin rapat penanganan karhutla di Kalimantan saat melakukan kunjungan ke Kalimantan Tengah pada Sabtu (22/8/2026).
Rapat tersebut menjadi bagian dari koordinasi pemerintah bersama sejumlah kementerian dan lembaga untuk mempercepat penanganan karhutla sekaligus mencegah dampaknya meluas hingga ke negara-negara tetangga. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Negara Tetangga Belum Kirim Nota Protes Meski Karhutla Kian Meluas
-
Garuda Pertiwi Runner-up Srikandi Merdeka Cup 2026, Timo Scheunemann Puji Mental Pemain
-
Iqro', Lagu yang Bikin Saya Mikir Ulang soal Kesombongan Sendiri
-
4 Zodiak Paling Hoki 24 Agustus 2026, Diprediksi Ketiban Rezeki dan Keberuntungan
-
Romantis Sekaligus Realistis & Alasan Lain yang Bikin Harus Nonton Film "Dan Bandung" di Bioskop
-
Warga Kepulauan Seribu Ingin Transportasi Laut Murah, Transjakarta Siap Ambil Alih
-
IHSG Masih Bertengger di Level 6.500 Pagi Ini, Pantau BBNI
-
Lulusan Terbaik Undip Antre Jadi Buruh: Saat Ijazah Sarjana Tak Lagi Menjamin Pekerjaan
-
Lewat Skema Transfer, Kendal Tornado FC Datangkan Fikron Afriyanto dari Persijap
-
Gubernur Khofifah Dorong Trauma Healing Berkelanjutan di Lokasi Pengungsian Pascagempa NTT