Depok.suara.com - Publik kini juga memberi sorotan kepada pengacara Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak yang terkenal sebagai pribadi yang cerdas dan pemberani.
Salah satunya karena kegigihannya dalam membongkar kasus penembakan atas terbunuhnya Brigadir J yang didalangi oleh Irjen Ferdy Sambo.
Padahal awalnya kasus Brigadir J terbilang berat dan rumit, apalagi banyak pihak yang menutupi fakta sebenarnya. Namun Kamaruddin Simanjutak tak pernah mengenal rasa takut untuk menuntaskan kasus tersebut.
Rupanya Kamaruddin Simanjutak bukan sosok pengacara sembarangan. Sosok pria berusia 48 tahun ini cukup sering menangani sejumlah kasus besar di Indonesia.
Bahkan berkat terbongkarnya kasus-kasus besar tersebut. Kamaruddin Simanjutak mengaku pernah disembah mantan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
Pangakuan Kamaruddin Simanjutak itu diketahui dari unggahan video di akun TikTok @pastiiviral.
Dalam video singkat itu Kamaruddin Simanjutak sedang mengenang masa-masa saat dirinya berhasil membongkar kasus korupsi proyek hambalang dan E-KTP.
"Waktu saya bongkar wisma atlet hambalang sama E-KTP. Aku yang menjarin beberapa menteri Angelina Sondakh, Anas Urbaningrum, Jero Wacik, Andi Malarangeng," ujar Kamaruddin Simanjutak.
Berkat keberhasilannya membongkar kasus besar di atas. Kamaruddin Simanjutak pun mengaku bahwa mantan Presiden Indonesia SBY sampai sujud padanya.
Baca Juga: 6 Potret Cantik Cicilia Pinontoan, Pramugari Cantik yang Diduga Masuk Konsorsium 303 Ferdy Sambo
"Karena aku dulu yang bongkar itu sampai presiden (SBY) sujud-sujud menyembah saya. Di Indonesia salah satu lawyer yang pernah disembah presiden itu saya," ungkapnya.
Pengakuan Kamaruddin Simanjutak itu kontan saja ditanggapi warganet dengan berbagai komentar beragam.
"Dia terpaksa ngomong gitu bukan karena jumawa, biar dia tidak dikira kaleng-kaleng. Semangat tulang horas," ucap akun @si.ganteng**.
"The best nih orang, rendah hati, cerdas dan tidak sombong. Tuhan melindungi balak Kamaruddin," tutur akun @ellychistian**.
"Gak nyangka ternyata pak Kamaruddin bukan kaleng-kaleng," imbuh akun @kastria**.
"Hebat kamu bang Kamaruddin, banyak lawyer kalau sudah disuap langsung menghapus semua kasus-kasus mafia," sahut akun @trindu*.
"Jangan sampai salah kaprah yah netizen, kalimat sujud menyembah itu maknanya presiden pun memohon dan berterima kasih kepada beliau untuk menangani kasus itu," timpal akun @marsya**.
Sumber: Suara.com
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan