Depok.suara.com, Terkait pernyataan Wakil Gubernur Jawa Barat yang menyebutkan bahwa menikah dan Poligami dapat menjadi solusi untuk mencegah penularan HIV AIDS dan sempat menjadi kontroversi dimasyarakat membuat Muhammad Quraish Shihab yang merupakan seorang cendekiawan muslim dalam ilmu-ilmu Al Qur'an dan mantan Menteri Agama pada Kabinet Pembangunan VII membahas soal Poligami dan Nikah Muda.
Quraish Shihab dalam sebuah video yang diunggah akun instagram @matanajwa terlihat sedang berdiskusi dengan sang anak yaitu Najwa Sihab dan membahas terkait Poligami dan Nikah muda.
Dalam video tersebut Quraish Shihab mengatakan bahwa jangan jadikan Poligami sebagai alasan untuk melakukan hal sama dengan Nabi.
"karena kalau begitu dia akan kawin dengan 11 orang," kata Quraish Shihab seperti dikutip unggahn video akun instagram@matanajwa.
Kemudian Najwa Sihab kembali bertanya kepada Abinya Quraish Shihab dengan mengatakan, kan sekarang banyak orang yang mengatakan poligami karena mencontoh nabi.
"kan sekarang banyak Bi, orang sekarang yang mengatakan poligami karena mencontoh nabi," tanya Najwa.
"itu salah, itu orang yang tidak mengerti agama, kalau menurut kyau Mufti Mesir itu dianggap orang sombong," jawab Quraish Shihab.
"Kemudian menurut syeikh Ali Jum'ah, kalau mau ikuti Nabi kawin dengan janda janda tua, iyakan, jadi itu orang angkuh merasa dirinya sama dengan Nabi," sambungnya.
Kemudian, Najwa Sihab kembali bertanya kepada Abinya perihal ada pasangan yang menikah muda apakah keinginan sendiri atau karena orang tua dengan alasan yah, daripada zina kita Nikahkan saja aja.
Baca Juga: Marissya Icha Tampil tanpa Hijab bikin Kaget Netizen: Kirain Video Dulu
Mendengar pertanyaan tersebut, Quraish Shihab mengatakan, menurutnya hal tersebut seperti orang mengobati penyakit dengan penyakit.
"Mestinya, mengobati penyakit dengan sesuatu yang menyembuhkan penyakit itu sendiri," kata Quraish Shihab
Lebih lanjut Quraish Shihab mengatakan, menikah diusia muda dengan alasan takut berzina itu mengakibatkan penyakit, bahkan penyakit yang bisa lebih parah dari pada perzinahan
"Nah bagaimana mengobatinya, salah satu caranya dengan pendidikan, pemeliharaan, menjelaskan fungsi agama itu yang membentengi dari perzinahan," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Analisis Militer: Iran Pakai Strategi 'Vietnam Kedua' yang Bikin AS Putus Asa
-
Amerika Serikat Akhirnya Akui 200 Tentara Jadi Korban Rudal Kiamat Iran
-
6 Fakta Kecelakaan Bus Haryanto Tabrak 5 Mobil Pemudik di Tol Batang
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
Terkini
-
Program MBG Libur Saat Lebaran, BGN Klaim Hemat Anggaran Rp5 Triliun
-
Megawati Gelar Open House Lebaran di Kantor PDIP, Beda dari Tahun Sebelumnya! Ada Apa?
-
Keamanan Freeport Bobol: Ke Mana Larinya Anggaran Pengamanan Rp1 Triliun?
-
Lebaran Menghitung Hari, Ratusan Bos "Nakal" di Jabar Diadukan Karyawan Gegara Tahan Uang THR
-
Saya Menjual Idealisme Musik Saya Demi Desahan Manis Bertajuk 'Malu-Malu'
-
Pemerintah Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Tembus 5,5 Persen Meski Ada Perang
-
Menaker Temukan Sopir Bus Hanya Tidur 2 Jam Jelang Mudik, Langsung Dicegah Berangkat
-
Menteri Airlanga: Defisit APBN 3 Persen Harga Mati, Tapi Perppu Masih Mungkin Dikeluarkan
-
Meriah dan Penuh Makna, Perayaan 12 Tahun Suara.com Hadirkan Semangat Kebersamaan di Yogyakarta
-
Serangan AS ke Pulau Kharg, Upaya Trump Matikan Pasokan Minyak Iran