Depok.suara.com - Saat ini KAI Commuter telah memberlakukan seluruh Stasiun Commuterline di Jabodetabek menjadi Stasiun Uang Elektronik.
Dengan pengoperasian tersebut, sebanyak 82 Stasiun Commuterline di Jabodetabek hanya melayani transaksi menggunakan KMT, Kartu Uang Elektronik Bank dan QR Code.
Apa sih Stasiun Uang Elektronik?
Stasiun Uang Elektronik adalah stasiun yang hanya melayani transaksi pembayaran tiket menggunakan Kartu Multi Trip (KMT), Kartu Uang Elektronik Bank dan QR Code.
Hal ini membuat Tiket Harian Berjaminan (THB) yang menjadi salah satu opsi pembayaran naik Commuterline selama lebih dari 9 tahun tidak bisa digunakan lagi untuk naik Commuterline sejak 3 September 2022.
Sejarah Tiket Harian Berjaminan (THB)
Ketika berlakunya Stasiun Uang Elektronik menjadi Tiket Harian Berjaminan (THB) maka, tidak bisa digunakan lagi dalam pembayaran naik Commuterline.
THB mulai diberlakukan pada tahun 2013 yang menggantikan tiket Single Trip dan selama lebih dari 9 tahun THB telah menjadi salat satu pilihan pembayaran untuk naik Commuterline.
Untuk pilihan pembayaran menggunakan commuterline saat ini menggunakan Kartu Multi Trip (KMT), Kartu Uang Elektronik Bank dan QR Code.
Baca Juga: PSIS Semarang Pede Raih Poin Lawan Persikabo 1973 di Kandang Sendiri
Jumlah Transaksi Pengguna Commuterline
Sepanjang tahun 2022 tercatat penggunaan Kartu Multi Trip (KMT) tetap menjadi pilihan utama bagi pengguna Commuterline dengan prosentase sebanyak 62 persen.
Penjualan Kartu Multi Trip (KMT)
Penjualan terbanyak Kartu Multi Trip (KMT) sebanyak 749.197 kartu yang terjadi pada bulan Mei 2022 yang bertepatan dengan liburan Hari Raya Idul Fitri 1443H.*
Lantas, setelah tidak lagi bisa digunakan sejak 3 September 2022 akan dikemanakan mesin-mesin Tiket Harian Berjaminan (THB) yang ada di tiap-tiap stasiun Commuterline.*
Berita Terkait
-
Ibu Muda Bawa Anak Keluhkan Lift dan Eskalator Mati di Stasiun Jatinegara, Balasan Akun Commuter Line Bikin Publik Geram
-
Mulai Besok, Stasiun BNI City Bisa Layani Naik Turun Penumpang KRL
-
Deretan Kasus Pelecehan Seksual yang Terjadi di KRL, KAI Commuter Tindak Tegas Pelaku
-
Viral Aksi Pelecehan Seksual di Commuterline Bekasi via Pasar Senen, Pelaku Sempat Ancam Saksi Mata
-
Pelaku Asusila di KRL Dijerat Pasal Pornografi dengan Ancaman 2 Tahun Penjara
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN