Depok.suara.com - Inggris telah kehilangan pemimpinnya belum lama ini. Meninggalnya Ratu Elizabeth II, membuat Inggris berkabung dalam kesedihan. Namun, sebagian negara bekas jajahan Inggris mengenang kekejaman Inggris di masa lalu.
Khususnya dibagian Asia Selatan, muncul desakan untuk mengembalikan berlian kohinoor yang diklaim berasal dari India.
Dikutip dari Vice, berlian 109 karat itu merupakan berlian paling kontroversial di dunia. Kerajaan Inggris bersikukuh mendapatkan perhiasan tersebut, yang diperkirakan bernilai Rp5,9 triliun, sebagai hadiah.
Namun, pemerintah India, Pakistan, Afghanistan dan Iran mengklaim Kohinoor dirampas dari negara mereka. Inggris dinilai telah meniadakan kekejaman negaranya selama 200 tahun menjajah, serta skala jarahannya.
Kohinoor dipercaya dapat membawa keberuntungan apabila pemakainya perempuan, dan telah menjadi hiasan mahkota Ratu Inggris secara turun-temurun. Ibu Suri, ibu dari Ratu Elizabeth II, memakai mahkota yang berhias berlian tersebut.
Kini, berlian tersebut dipajang di Menara London sebagai milik Keluarga Kerajaan. Sedangkan mahkotanya, dikabarkan akan diwarisi oleh Camilla selaku istri Raja Charles.
Utsa Patnaik, ekonom India yang mendalami sejarah ekonomi Inggris, menerangkan, kebangkitan Inggris dapat terwujud dengan merampas harta pribumi sedikitnya $45 triliun (Rp668 kuadriliun) sepanjang 1765-1938. Jumlahnya 17 kali lipat lebih besar dari total produk domestik bruto (PDB) tahunan Inggris saat ini.
“Inggris berhutang pada kami. Namun, alih-alih mengembalikan bukti kekejaman mereka kepada para pemiliknya, Inggris justru memamerkan Kohinoor pada mahkota Ibu Suri di Menara London,” tulis anggota parlemen India Shashi Tharoor, yang aktif mendesak pengembalian Kohinoor.
“Ini jelas mengingatkan kita seperti apa bentuk kolonialisme sesungguhnya: penaklukan, pemaksaan dan penyelewengan kekuasaan yang tidak tahu malu,” kata penulis buku Jewel In the Crown, yang menceritakan bagaimana Kerajaan Inggris memperoleh berlian tersebut.
Baca Juga: Akun Medsos Pengunggah Video Mesum Berpakaian Adat Bali di Mobil Kini Tak Bisa Diakses
Kerajaan Inggris memerintah lebih dari 412 juta rakyat atau sekitar seperempat dari populasi dunia pada saat Ratu Elizabeth II lahir. Sejarawan telah mengonfirmasi kekelaman masa penjajahan Inggris yang penuh kekerasan, ketidaksetaraan, rasisme dan perampasan kekayaan.
Walaupun Ratu Elizabeth II belum lahir pada puncak penjajahan Inggris, dia dituding menutup mata terhadap banyak kejahatan negaranya, termasuk perdagangan budak dan Operation Legacy selama 1950-an hingga 1970-an. Di bawah pemerintahan Ratu Elizabeth II, dinas keamanan Inggris MI5 memusnahkan puluhan ribu file penting agar tidak diwarisi oleh negara-negara bekas jajahan.
Berita Terkait
-
Video Ini Jadi Bukti Kalau Kate Middleton Aslinya Pecicilan, Warganet: Kerandoman Louis Nurun dari Mamanya
-
PM Australia Tolak Bicarakan Perubahan Konstitusi Usai Kematian Ratu Elizabeth II
-
Heboh! Kematian Ratu Elizabeth Pada 2022 dan Raja Charles Turun Takhta Telah Diprediksi Peramal Prancis Nostradamus
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
OJK Respons Kritik MSCI, Pasar Modal RI Dinilai Tetap Kompetitif
-
4 Rekomendasi Serum Retinal Lokal untuk Kerutan Dalam, Hasil Lebih Cepat dari Retinol
-
Nyamar Jadi Lia di Telegram, Guru SMK di Kediri Cabuli Siswa Sendiri
-
Kondisi Selat Hormuz Terkini Setelah AS - Iran Damai
-
Halo Tante dan Om! Cara Komunitas Ini Mengubah Pola Asuh Kaku Menjadi Lebih Inklusif
-
3 Ciri Kulit Tidak Cocok Sunscreen, Lengkap Rekomendasi Produknya dari Ahli Kecantikan
-
Piala Dunia 2026: Tak Hanya Messi, Ronaldo Turut Cetak Rekor Prestisius
-
Sunscreen Broad Spectrum vs Sunscreen Biasa, Apa Bedanya? Jangan Salah Pilih
-
Jangan Salahkan Rakyat! Ekonom Sebut Tata Kelola Pemerintah Jadi Biang Kerok Daya Beli Lesu
-
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang Pemerintah: Bukan Abu-abu, Tapi Teman yang Jujur